NEWSTICKER

Jaksa: Tak Ada Unsur Pembenar untuk Meringankan Kesalahan Sambo

17 January 2023 18:29

Ferdy Sambo dituntut pidana seumur hidup karena telah melakukan dua perbuatan pidana, yaitu pembunuhan berencana secara bersama-sama dan merusakan salinan CCTV Duren Tiga. Menurut jaksa, tidak ditemukan alasan pembenar atau pemaaf sehingga perbuatan Sambo harus diganjar dengan hukuman pidana.

Jaksa juga menyebut terdakwa berbelit dan tidak mengakui perbuatannya di persidangan. Selain itu, kejahatan yang dilakukan Ferdy Sambo telah mencoreng institusi polri di mata masyarakat Indonesia dan internasional.

"Bahwa selama persidangan pada diri terdakwa Ferdy Sambo tidak ditemukan adanya alasan pembenar maupun alasan pemaaf yang dapat menghapus sifat melawan hukum serta kesalahan terdakwa Ferdy Sambo, sehingga terdakwa Ferdy Sambo dapat dimintai pertanggungjawaban pidana," ujar jaksa.

Menurut jaksa, tindakan Ferdy Sambo mengakibatkan hilangnya nyawa Yosua telah memenuhi ketentuan Pasal 340 juncto Pasal 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana.

Selain itu, Sambo secara bersama-sama dan tanpa hak atau melawan hukum merintangi penyidikan dengan melakukan tindakan yang berakibat pada terganggunya sistem elektronik menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Tindakan perintangan penyidikan itu dinilai melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik jo Pasal 55 KUHP. Oleh karenanya, jaksa menegaskan, tak ada alasan pembenar maupun pemaaf yang dapat membebaskan Sambo dari segala tuntutan hukum.