.,

TPA Cipayung Kelebihan Kapasitas, Sampah di TPS Bakti Jaya Membeludak

8 January 2026 18:47

Depok: Sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Bakti Jaya, Depok, Jawa Barat, membludak hingga memakan badan jalan lingkungan. Kondisi ini terjadi akibat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung mengalami kelebihan kapasitas, sehingga sampah tidak dapat diangkut secara optimal.

Penumpukan sampah di TPS Bakti Jaya sudah terjadi sejak Sabtu, 3 Januari 2026. Petugas kebersihan biasanya membersihkan sampah setiap hari, tetapi kini terkendala karena TPA Cipayung tak lagi mampu menampung kiriman sampah baru. Armada truk yang terbatas pun membuat petugas tidak bisa mengangkut sampah secara maksimal. 

TPS Bakti Jaya hanya mampu menampung sekitar dua bak tronton sampah per hari. Akibat penumpukan yang membesar dan meluas, warga sempat memprotes kondisi tersebut. 
 

Tumpukan Sampah Longsor Akibat Hujan

Hujan deras pada Desember 2025 lalu memicu longsoran sampah di TPA Cipayung. Longsor itu menyumbat aliran Sungai Pesanggrahan. Akibatnya menimbulkan genangan air yang sulit surut. 

Setiap hari, sekitar 1.000 ton sampah masuk hingga ketinggian timbunan sampah mencapai 30 meter. Letaknya yang berdekatan dengan Sungai Pesanggrahan semakin mempersempit aliran sungai hingga bergeser dari posisi awal.

Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Kelas A Cipayung, Ferry Dewantoro, menjelaskan bahwa TPA Cipayung telah melebihi kapasitas sejak 2016. Hal itu disebabkan belum ditemukannya alternatif lokasi TPA lain yang bisa diterima oleh masyarakat.

"Karena kita belum menemukan alternatif lokasi lain yang representatif dalam artian kondisi masyarakat yang bisa menerima keberadaan TPA, akhirnya kami tetap berada di lokasi ini,” ujar Ferry.

Ia menambahkan, intensitas hujan tinggi pada akhir Desember lalu membuat aktivitas alat berat sempat terhenti karena faktor keselamatan. Terlebih membertimbangkan posisi jaringan listrik sutet di atas area pembuangan.

Dampak terburuk dirasakan warga sekitar TPA. Dalam radius satu kilometer, genangan air tidak surut selama lebih dari dua tahun dan menghambat aktivitas warga. Nur Jidah, seorang wanita paruh baya yang tinggal dekat TPA, mengaku keadaan itu membuat usaha warga sepi karena jalan yang dulunya ramai, kini tidak dapat dilintasi. Nur berharap pemerintah segera memperbaiki kondisi saluran dan mengembalikan akses seperti semula.

Banjir sampah di TPA Cipayung ini menjadi peringatan serius bahwa sistem pengelolaan limbah di Indonesia masih belum maksimal. Tanpa perubahan pola pengelolaan limbah yang berkelanjutan—dimulai dari rumah tangga, pemilahan sampah, pengurangan volume, hingga perbaikan sistem di TPA—masalah ini akan terus berulang. 


(Nada Nisrina)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)