BMKG: Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Menjauhi Daratan Jawa

8 September 2026 12:18

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini terpantau bergerak menjauhi wilayah daratan Indonesia. Kendati demikian, pemantauan ketat secara real-time tetap diberlakukan guna memastikan keselamatan jalur penerbangan domestik maupun internasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis citra cuaca terkini, arah sebaran abu vulkanik dominan bergerak ke arah barat daya hingga selatan pada ketinggian sekitar 7.000 kaki atau setara 2,1 kilometer dari permukaan laut.

"Area terdampak terutama berada di sekitar sebagian wilayah barat daya Banten dan juga perairan Samudra Hindia. Dari pola pergerakan tersebut belum teridentifikasi sebaran abu vulkanik yang mengarah utamanya ke kawasan bandara-bandara utama seperti Bandara Soekarno-Hatta," ungkap Andri Ramdhani dalam Breaking News, Metro TV, Selasa 8 September 2026. 
 


Meskipun aktivitas erupsi sempat kembali dilaporkan terjadi sebanyak dua kali pada Selasa pagi, hasil pengujian paper test secara berkala di Bandara Soekarno-Hatta menunjukkan hasil negatif. Jarak pandang di bandara juga dinyatakan berada dalam kategori aman untuk proses landing maupun take-off.

Prediksi Angin Mengarah ke Samudra Hindia

Berdasarkan pemodelan prediksi cuaca untuk 24 hingga 48 jam ke depan, pergerakan angin pada lapisan rendah hingga menengah diprediksi akan terus membawa abu vulkanik menjauhi Pulau Jawa dan mengarah ke perairan Samudra Hindia. Pihak BMKG juga terus berkoordinasi secara intensif dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memantau dinamika aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Selain itu, BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut mengoptimalkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dipusatkan melalui posko di Bandara Pondok Cabe dan Bandara Halim Perdanakusuma. Upaya penyemaian awan ini diharapkan mampu menghasilkan hujan yang efektif untuk membilas partikel abu vulkanik di udara.

Berdasarkan peta informasi Significant Meteorological Information (SIGMET), wilayah udara Jakarta saat ini berada di luar zona bahaya penerbangan. Meski demikian, otoritas terkait menghimbau seluruh maskapai dan masyarakat untuk tetap memantau perkembangan cuaca penerbangan secara berkala.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X