Prabowo Ajukan 3 Nama Calon Deputi Gubernur BI

20 January 2026 13:18

Jakarta: Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan informasi mengenai Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono yang menjadi salah satu kandidat Deputi Gubernur Bank Indonesia. Hal ini dilakukan menyusul adanya salah satu Deputi Gubernur BI Juda Agung, yang telah mengundurkan diri dari jabatannya.

Ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden Prabowo sudah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) ke DPR RI. Surat tersebut ditujukan agar DPR RI segera melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap nama-nama yang diusulkan oleh pemerintah.

 


"Kandidatnya adalah Bapak Wamenkeu, atas nama Bapak Thomas Djiwandono, untuk mengisi posisi Deputi Gubernur yang mundur, yaitu Bapak Juda Agung. Ada tiga nama yang kami usulkan," ujar Prasetyo Hadi, dikutip dari Metro Siang Metro TV, Selasa, 20 Januari 2026.

Pemilihan ini dilakukan karena pemerintah harus segera menyiapkan nama pengganti yang ditunjuk langsung oleh Presiden untuk mengisi kekosongan posisi di Bank Indonesia. Thomas Djiwandono menjadi salah satu dari tiga nama kandidat yang kini telah berada di tangan DPR RI.

Sebelumnya, BI mengonfirmasi Juda Agung telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur BI kepada Presiden RI terhitung sejak 13 Januari 2026.

"Atas kekosongan jabatan Deputi Gubernur tersebut, maka Gubernur Bank Indonesia telah merekomendasikan calon kepada Presiden," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan tertulis, dilansir Antara, Senin, 19 Januari 2026.

Ramdan menjelaskan langkah selanjutnya, Presiden mengusulkan dan mengangkat Deputi Gubernur terpilih sebagaimana persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Hal ini sebagaimana diatur pada Pasal 41, Pasal 48, dan Pasal 50 UU Bank Indonesia sebagaimana terakhir diubah oleh UU Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Ramdan menyampaikan, bank sentral Indonesia akan tetap fokus pada tugas utama untuk mencapai dan memelihara stabilitas nilai rupiah, memelihara kelancaran sistem pembayaran, dan menjaga stabilitas sistem keuangan yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

"Termasuk saat ini Bank Indonesia akan fokus pada pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur Januari 2026 yang keputusannya akan diumumkan pada Rabu, 21 Januari 2026," kata Ramdan.




(Aulia Rahmani Hanifa)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)