8 February 2026 22:42
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) kembali menorehkan kinerja impresif sepanjang tahun buku 2025. Bank syariah terbesar di Indonesia ini mencatatkan pertumbuhan indikator kinerja double digit, jauh di atas rata-rata industri perbankan nasional.
Dalam paparan kinerja yang digelar di The Tower BSI, Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026, Direksi BSI melaporkan perolehan laba bersih perseroan mencapai Rp7,57 triliun, atau tumbuh sekitar 8,02% secara tahunan (year on year).
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengungkapkan bahwa kunci solidnya kinerja perusahaan tak lepas dari optimalisasi dua lisensi utama yang dimiliki perseroan, yakni sebagai Bank Syariah dan izin khusus sebagai Bullion Bank (Bank Emas).
"Sejak tahun lalu kita punya dua engine. Satu sebagai bank syariah, yang kedua sebagai bullion bank. Dan ini kita combine dua engine ini untuk pertumbuhan yang lebih kuat," ujar Anggoro.
Strategi ini terbukti efektif. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun sejak diresmikan sebagai bank emas, ekosistem emas BSI meliputi bullion, cicil emas, dan gadai emas telah menembus 1 juta nasabah.
Fokus Segmen Pro-Rakyat
Dari sisi fungsi intermediasi, BSI menyalurkan total pembiayaan sebesar Rp318,84 triliun per Desember 2025, tumbuh 14,49%.
Mayoritas pembiayaan tersebut, atau sebesar 90% (setara Rp285,70 triliun), disalurkan ke segmen pro-rakyat. Segmen ini mencakup UMKM, konsumer, serta komersial di bidang pendidikan dan kesehatan, hingga ASN dan BUMN.
BSI juga menerapkan pendekatan Islamic Ecosystem dengan menggandeng organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah dan NU untuk penetrasi ke sektor rumah sakit dan sekolah, serta optimalisasi produk tabungan haji.
Sebagai bank BUMN yang kini bernaung di bawah Danantara, BSI turut aktif menyukseskan berbagai program strategis pemerintah pada tahun 2025, antara lain mendukung program 3 juta rumah bersubsidi dengan penyaluran Rp3,5 triliun untuk 23.000 unit rumah, menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp12,2 triliun, mendukung aspirasi 80.000 koperasi KDMP dan berkontribusi pada program makan bergizi gratis, hingga dipercaya mendistribusikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp10 triliun.
Transformasi digital BSI juga menunjukkan hasil positif. Pengguna aplikasi mobile banking terbaru, BYOND by BSI, tercatat melonjak hingga 5,9 juta pengguna. Sementara aplikasi BYWIS mencapai 43.000 pengguna.
Didukung oleh jaringan fisik yang kuat berupa 1.049 kantor cabang, 6.000 unit ATM/CRM, dan 126.000 agen Laku Pandai, manajemen BSI mengaku semakin optimis dapat melampaui target yang ditetapkan pada tahun 2026 mendatang.