Jakarta: Ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas dan sulit dijangkau dari darat, pemadaman tidak hanya dilakukan dengan mengerahkan petugas. Salah satu metode yang digunakan adalah water bombing, yakni menjatuhkan air dalam jumlah besar dari udara menggunakan helikopter atau pesawat.
Melansir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), water bombing merupakan teknik pemadaman karhutla dari udara dengan menjatuhkan air atau bahan kimia pemadam dalam jumlah besar menggunakan helikopter atau pesawat khusus. Metode ini menjadi salah satu langkah untuk memadamkan titik api di lokasi yang sulit dijangkau atau berbahaya bagi tim pemadam dari jalur darat.
Mengenal Water Bombing
Secara sederhana,
water bombing berarti pengeboman air. Istilah ini merujuk pada proses pelepasan air dalam jumlah besar dari pesawat atau helikopter menuju titik kebakaran. Air tersebut diarahkan ke area yang menjadi sumber api atau jalur penyebaran api untuk membantu mengurangi intensitas kebakaran.
BNPB juga menggunakan
water bombing sebagai bagian dari operasi udara untuk membantu pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau atau membutuhkan dukungan dari udara.
Cara Kerja Water Bombing
Melansir dari BNPB, operasi
water bombing dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu:
1. Mengambil Air
Pilot akan mengambil air dari sumber yang paling dekat dengan lokasi kebakaran, seperti danau, sungai besar, atau laut. Operasi ini membutuhkan alat khusus. Pada helikopter, air dapat diambil menggunakan
bambi bucket atau kantong air berukuran besar. Kantong tersebut dicelupkan ke sumber air sebelum helikopter kembali menuju lokasi kebakaran. Sementara itu, pesawat tertentu dapat mengambil air dengan metode scooping ketika bergerak rendah di atas permukaan air.
2. Menentukan Titik Kebakaran
Setelah membawa air, pilot perlu menentukan lokasi yang tepat untuk melakukan pelepasan air. Penentuan titik ini dapat dilakukan berdasarkan koordinasi dengan tim di darat maupun bantuan teknologi, seperti drone termal untuk menemukan hotspot atau titik panas. Air kemudian diarahkan ke sumber api atau area yang berpotensi menjadi jalur penyebaran kebakaran.
3. Menjatuhkan Air
Ketika berada di atas target, air dilepaskan dari tangki atau kantong air yang dibawa armada. Ketinggian dan kecepatan pesawat atau helikopter menjadi faktor penting dalam proses ini. Pelepasan air harus dilakukan dengan perhitungan agar air dapat mencapai area sasaran secara efektif.
Nah,
water bombing menjadi salah satu metode yang membantu petugas menangani kebakaran dalam skala besar, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada kondisi cuaca, ketersediaan sumber air, ketepatan sasaran, serta koordinasi dengan tim pemadam di darat.
Dengan demikian,
water bombing dapat dipahami sebagai metode pemadaman dari udara yang menggunakan air atau bahan pemadam untuk membantu mengendalikan kebakaran, terutama ketika penanganan dari darat membutuhkan dukungan tambahan.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Eunike Michelle Gultom)