18 September 2026 17:20
Jakarta: Kapal induk pertama Republik Indonesia, Giuseppe Garibaldi, tiba di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kapal eks Angkatan Laut Italia tersebut diperoleh Indonesia melalui skema hibah kerja sama Italia dan Indonesia. Nantinya kapal itu akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya.
Kapal induk Giuseppe Garibaldi tiba di perairan Indonesia setelah menempuh perjalanan dari Italia sejak 24 Agustus 2026. Kedatangannya dikawal KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321.
KRI Sriwijaya memiliki panjang 180,2 meter dengan lebar geladak penerbangan 30,4 meter. Kapal ini mampu membawa sekitar 18 hingga 20 helikopter atau pesawat.
Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan KRI Sriwijaya nantinya lebih difokuskan untuk operasi militer selain perang (OMSP). Terutama dalam penanganan bencana alam.
“Ini juga nantinya akan lebih kita gunakan untuk kepentingan OMSP ya, atau operasi militer selain perang,” kata Muhammad Ali dalam tayangan Headline News Metro TV, Jumat 18 September 2026.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan platform yang mampu membawa banyak helikopter. Sebab, memperhitungkan kondisi geografis dan potensi bencana alam yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
“Negara kita ini banyak bencana alam ya, jadi kita sangat butuh kapal atau platform yang bisa membawa banyak helikopter,” ujarnya.
Muhammad Ali menjelaskan, KRI Sriwijaya dapat membawa sekitar 14 helikopter, bahkan lebih. Tergantung ukuran helikopter yang digunakan.
“Dengan helikopter ini, logistik akan bisa banyak drop dengan cepat dan ke seluruh area-area yang remote, yang daerah terpencil pun dengan helikopter bisa di-drop,” katanya.