Jemaah Haji Telusuri Jejak Dakwah Rasulullah di Kota Thaif

11 June 2026 15:47

Setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji, sejumlah jemaah memanfaatkan waktu luangnya dengan mengunjungi Kota Thaif di Arab Saudi. Kota yang berada di kawasan pegunungan ini dikenal memiliki udara yang lebih sejuk dibandingkan Makkah, serta menyimpan keindahan alam dan jejak sejarah dakwah Rasulullah.

Usai menuntaskan rangkaian puncak ibadah haji, sejumlah jemaah memilih mengunjungi Kota Thaif, salah satu destinasi favorit yang berada di sekitar Kota Makkah. Kota Thaif terletak di sekitar 90 kilometer dari Makkah dan berada di kawasan pegunungan Al-Hada dengan ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut. Kondisi geografis tersebut menjadikan Thaif memiliki suhu yang lebih sejuk serta pemandangan alam yang menawan. 

Salah satu daya tarik utama di kota ini adalah wahana kereta gantung atau gondola yang membentang di atas lembah dan pegunungan berbatu. Dari dalam gondola, pengunjung dapat menikmati pemandangan perbukitan, jalan berliku, dan hamparan lembah khas kawasan Al-Hada. Untuk menikmati wahana tersebut, pengunjung dikenakan biaya sekitar 55 Riyal. Satu kali perjalanan pulang-pergi memakan waktu sekitar 30 menit.

"Seneng banget, itu tadi saya bilang, kalau di Indonesia ada Taman Mini kan cuma sedikit tuh, kalau di Taman Mini sini panjang, pemandangannya bagus, bagus banget." kata Jemaah Haji, Hadara, dikutip dari tayangan Selamat pagi Indonesia, Metro TV, Kamis, 11 Juni 2026.
 

Baca juga: Tangis Haru Sambut Kepulangan 387 Haji Kloter 14 Asal Maros


Tak hanya menawarkan keindahan alam, Thaif juga menyimpan nilai sejarah penting dalam perjalanan dakwah Islam. Kota ini menjadi salah satu tempat yang pernah didatangi Nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan risalah Islam. Dalam perjalanannya, Rasulullah mengalami penolakan dan perlakuan yang menyakitkan dari sebagian penduduk setempat. Meski demikian, beliau tetap menunjukkan kesabaran dan mendoakan kebaikan bagi mereka.

Kisah tersebut menjadi teladan tentang ketabahan, kasih sayang, dan sikap pemaaf yang terus dikenang oleh umat Islam hingga kini. Bagi para jemaah, kunjungan ke Kota Thaif bukan hanya menjadi sarana penyegaran setelah menjalani ibadah haji yang padat, namun juga menjadi momen untuk menelusuri jejak sejarah dakwah Islam secara langsung.

(Nopita Dewi)