Jakarta: Kalimat seperti, "Mama, Papa nggak pernah dengerin aku," mungkin terdengar sederhana. Namun, jika anak sering mengucapkannya, orang tua sebaiknya tidak mengabaikannya. Kebiasaan tidak mendengarkan pendapat anak ternyata dapat memengaruhi kepercayaan diri, hubungan emosional, hingga kemampuan mereka berkomunikasi di kemudian hari.
Mendengarkan anak bukan berarti selalu mengabulkan semua keinginannya. Sebaliknya, hal itu merupakan bentuk penghargaan terhadap perasaan dan pendapat mereka, sekaligus menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang sehat di dalam keluarga.
Dalam keseharian, tidak sedikit orang tua yang tanpa sadar memotong pembicaraan anak atau langsung menganggap pendapat mereka keliru. Padahal, setiap anak membutuhkan ruang untuk menyampaikan pikiran dan perasaannya. Saat anak merasa didengarkan, mereka akan lebih nyaman untuk bercerita, mengungkapkan emosi, dan belajar menyampaikan pendapat dengan baik.
Dampak Jika Anak Terlalu Sering Diabaikan
Ada beberapa dampak yang dapat muncul apabila
anak merasa pendapatnya terus-menerus diabaikan seperti dikutip dari laman resmi
Halodoc.
1. Kepercayaan Diri Menurun
Anak bisa merasa bahwa apa yang mereka pikirkan tidak penting. Akibatnya, mereka menjadi enggan menyampaikan pendapat dan lebih memilih diam.
2. Sulit Mendengarkan Orang Tua
Komunikasi yang hanya berjalan satu arah dapat membuat anak enggan mendengarkan nasihat orang tua. Mereka merasa tidak memiliki kesempatan untuk didengar sehingga hubungan komunikasi menjadi kurang efektif.
3. Hubungan Emosional Menjadi Renggang
Ketika
anak merasa tidak dihargai, kedekatan emosional dengan orang tua bisa berkurang. Mereka mungkin memilih menyimpan masalah sendiri atau mencari tempat lain untuk bercerita.
4. Kemampuan Bersosialisasi Ikut Terpengaruh
Anak yang tidak terbiasa didengarkan di rumah berpotensi mengalami kesulitan membangun komunikasi yang sehat dengan orang lain. Mereka bisa menjadi kurang percaya diri saat berinteraksi di lingkungan sosial.
Cara Sederhana agar Anak Merasa Didengar
Membangun komunikasi yang baik sebenarnya dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti:
- Mendengarkan hingga anak selesai berbicara tanpa memotong.
- Memberikan kontak mata saat anak bercerita.
- Menunjukkan respons yang positif dan penuh perhatian.
- Menghargai perasaan anak, meskipun orang tua tidak selalu setuju dengan pendapatnya.
Kebiasaan tersebut dapat membantu
anak merasa dihargai, lebih percaya diri, serta mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak.
Nah, meluangkan waktu untuk benar-benar mendengarkan cerita anak mungkin terlihat sederhana, tetapi manfaatnya sangat besar bagi tumbuh kembang mereka. Terkadang, anak tidak selalu membutuhkan solusi atas masalahnya. Mereka hanya ingin mengetahui bahwa ada orang tua yang bersedia mendengarkan dan memahami apa yang mereka rasakan.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.