Pandeglang: Kepala SAR Banten Al Amrad menyatakan pihaknya masih mendalami lebih lanjut temuan pelampung yang diduga dipakai oleh kelima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Proses identifikasi masih terus berlanjut.
"kami sudah berkoordinasi dengan Polda, termasuk Kepolisian Perairan (Polair). Itu hari ini akan melakukan pendalaman lagi," kata Amrad, dalam program Breaking News Metro TV, Jumat, 11 September 2026.
Amrad meminta semua pihak untuk bersabar menunggu hasil pendalaman. Dirinya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait temuan pelampung tersebut.
"Nanti dari teman-teman Polair akan menyampaikan hasil penyelidikan dan hasil pemeriksaannya seperti apa. Saya tidak berani memberikan
statement. Kami semua belum bisa berandai-andai sejauh itu," katanya.
Sebelumnya, Tim SAR gabungan menemukan sebuah pelampung pada hari ketiga pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak ketika meliput
erupsi Gunung Anak Krakatau, Kamis, 10 September 2026.
Berdasarkan pantauan
Metro TV, pelampung tersebut ditemukan mengambang di perairan Selat Sunda. Saat diangkat, terdapat beberapa bagian pelampung rusak.
Pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut masih terus dilakukan. Tim SAR mengoptimalkan seluruh unsur dan sarana yang tersedia untuk menemukan delapan orang yang masih belum ditemukan.