Donald Trump Pimpin Langsung Operasi 'Epic Fury' ke Iran

1 March 2026 19:05

Jakarta: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turun tangan memimpin langsung jalannya serangan militer berskala besar terhadap Iran. Operasi gabungan antara Amerika Serikat dan Israel ini dilaporkan telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026 waktu setempat.

Gedung Putih secara resmi mengonfirmasi bahwa Presiden Trump memegang kendali penuh atas agresi yang diberi sandi militer Operation Epic Fury tersebut. Dalam sejumlah foto yang dipublikasikan ke publik, Trump tampak sedang berdiskusi serius dengan para petinggi CIA guna memantau situasi terkini terkait eskalasi konflik mematikan antara Iran dan Israel.

Kediaman Khamenei Dibombardir

Serangan bertubi-tubi dari pasukan koalisi AS dan Israel dilaporkan secara spesifik menargetkan kediaman Pemimpin Tertinggi Iran. Tragedi ini tidak hanya merenggut nyawa Ayatollah Ali Khamenei, tetapi juga dikonfirmasi menewaskan sejumlah anggota keluarganya, termasuk cucu dan putri kandungnya.
 

Baca Juga: Trump Peringatkan Iran Agar Tidak Lakukan Serangan Balasan

Di tengah situasi geopolitik yang memanas, Donald Trump dengan cepat merespons jatuhnya pimpinan Khamenei. Presiden AS tersebut secara terbuka menyerukan kepada seluruh rakyat Iran agar memanfaatkan momentum kekosongan kekuasaan ini untuk bergerak mengambil alih kendali negara mereka.

Fasilitas Militer Porak-poranda

Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) telah merilis rekaman video dari pantauan satelit hitam putih yang mendokumentasikan daya hancur Operation Epic Fury. Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas bagaimana sejumlah target strategis luluh lantak dihantam ledakan rudal jarak jauh yang ditembakkan oleh militer Amerika Serikat.

Pihak Washington mengklaim bahwa wilayah-wilayah yang menjadi sasaran tembak merupakan lokasi yang selama ini dinilai menimbulkan ancaman serius bagi keamanan global. Salah satu target utama yang berhasil dihancurkan secara presisi adalah fasilitas komando dan kontrol milik Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC).

Lebih lanjut, militer Amerika Serikat juga mengklaim telah berhasil memporak-porandakan sistem kemampuan pertahanan udara Iran secara keseluruhan dalam satu gelombang serangan. Agresi masif tersebut dilaporkan sukses melumpuhkan sejumlah pangkalan lapangan terbang serta menghancurkan armada drone atau pesawat nirawak milik militer Teheran.


(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)