Kampanye “Liburan di Indonesia Aja” Dorong Ekonomi Nasional saat Nataru

29 December 2025 10:47

Jakarta: Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 dimanfaatkan pemerintah sebagai momentum untuk menggerakkan ekonomi nasional melalui sektor pariwisata. Kementerian Pariwisata resmi meluncurkan kampanye “Saatnya Liburan di Indonesia Aja” guna mendorong masyarakat berwisata di dalam negeri sekaligus mengejar target 1,008 miliar perjalanan wisatawan Nusantara sepanjang 2025.

Melalui kampanye ini, pemerintah tidak hanya mengajak masyarakat berlibur, tetapi juga memberikan akses berbagai penawaran paket wisata hasil kolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait, asosiasi pariwisata, dinas pariwisata daerah, hingga pelaku usaha pariwisata.
 



Data Travel Outlook 2026 menunjukkan sejumlah destinasi domestik tetap menjadi favorit wisatawan Nusantara sepanjang 2025. Yogyakarta menempati peringkat pertama dengan kenaikan minat kunjungan hingga 29 persen dibanding tahun sebelumnya, didorong ragam wisata budaya dan aktivitas edukatif ramah keluarga. Bali berada di posisi kedua dengan kekuatan wisata bahari, wellness, dan layanan hospitality. Bandung menyusul di peringkat ketiga dengan peningkatan pencarian 22 persen, disusul Jakarta sebagai destinasi wisata perkotaan, serta Malang yang dikenal ramah keluarga dengan kombinasi wisata alam dan edukasi.

Lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Nataru diperkirakan berdampak signifikan terhadap ekonomi. Apindo memproyeksikan perputaran uang mencapai Rp1,75 triliun selama periode libur akhir tahun. Dampak tersebut dirasakan di berbagai sektor, mulai dari transportasi, akomodasi, kuliner, jasa wisata, hingga pemberdayaan UMKM dan peningkatan pendapatan asli daerah melalui pajak hotel, restoran, dan retribusi wisata.

Pemerintah juga menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan pariwisata. Sejumlah tren dikedepankan, antara lain Tourism 5.0 melalui pemanfaatan digitalisasi dan kecerdasan buatan, pengembangan sustainable dan regenerative tourism, serta penguatan wisata minat khusus seperti kuliner, bahari, dan wellness.

Dari sisi insentif, pemerintah memberikan diskon tiket pesawat 12–14 persen pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, diskon kereta api hingga 30 persen, potongan tarif angkutan laut Pelni sebesar 20 persen dengan kuota terbatas, serta diskon jasa pelabuhan dan penyeberangan ASDP di tujuh lintasan strategis.
 

Selain itu, pemerintah memperkuat program Bina Destinasi, pengembangan desa wisata, serta penyelenggaraan berbagai event daerah dan nasional untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan dan mendistribusikan arus kunjungan secara lebih merata.

Menteri Pariwisata Widianti Putri Wardhana menegaskan, setiap perjalanan wisatawan Nusantara bukan sekadar aktivitas liburan, melainkan kontribusi nyata bagi sektor transportasi, akomodasi, kuliner, ekonomi kreatif, serta pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan kampanye ini, pemerintah berharap pariwisata dalam negeri tidak hanya tumbuh di destinasi utama, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah. Libur Nataru pun diharapkan menjadi momen bagi masyarakat untuk berwisata di negeri sendiri dan ikut mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)