15 August 2026 08:14
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Laut Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami untuk empat provinsi.
Dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Sabtu, 15 Agustus 2026, ribuan warga di Sikka, Nagekeo, dan wilayah pesisir lainnya dilaporkan berhamburan meninggalkan rumah menggunakan kendaraan roda dua maupun berjalan kaki menuju perbukitan dan tempat yang lebih tinggi. Video amatir dari lokasi menunjukkan kepanikan warga di area dermaga saat air laut mulai naik dan deburan ombak menguat.
Hingga saat ini, kerusakan bangunan dilaporkan terjadi di beberapa titik akibat guncangan hebat tersebut. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang sudah retak, dan hanya mengikuti instruksi resmi dari pihak berwenang guna menghindari isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Berdasarkan data pemutakhiran BMKG, tsunami kecil telah terdeteksi di beberapa lokasi. Ketinggian air tertinggi tercatat di Labuan Bajo mencapai 0,36 meter, disusul wilayah Sikka 0,19 meter, serta wilayah Dompu dan Alor masing-masing setinggi 0,17 meter dan 0,14 meter.
BMKG membagi tingkat ancaman menjadi dua kategori. Status Siaga ditetapkan untuk wilayah Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Ende, Flores Timur (NTT), serta Jeneponto (Sulawesi Selatan). Sementara status Waspada berlaku bagi wilayah Bima dan Dompu (NTB), serta wilayah Wajo (Sulawesi Selatan).
Saat ini, koordinasi antar lembaga dan asesmen dampak kerusakan masih terus dilakukan oleh BPBD setempat di bawah pemantauan BNPB dan BMKG.