.,
18 January 2026 16:36
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membangun hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di wilayah Pidie Jaya, Aceh. Huntara ini berlokasi di Desa Manyang Cut dan menjadi bagian dari tahap rehabilitasi pascabanjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya.
Huntara tersebut dipersiapkan sebagai tempat tinggal bagi keluarga yang kehilangan rumah akibat banjir. Setiap unit huntara telah dilengkapi fasilitas, seperti jendela, pintu, ventilasi udara, kanopi, lampu, hingga teras yang dapat dimanfaatkan warga untuk berkumpul. Di bagian belakang rumah disediakan toilet lengkap dengan jamban untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga :
Instalasi listrik pun sudah dipasang, meski aliran listrik belum sepenuhnya berfungsi karena masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pihak PLN. Di kawasan huntara ini juga telah dibangun sumur bor sebagai sumber air bagi warga.
Pembangunan huntara dimulai pada 1 Januari 2026 dan ditargetkan rampung pada 22 Januari 2026. Tenaga Ahli BNPB, Agus Marsanto, menjelaskan bahwa saat ini sebanyak 50 unit hunian telah selesai dibangun di Desa Manyangcut.
“Mudah-mudahan nanti segera kita bisa serahkan ke pemerintah daerah untuk ditempati masyarakat terdampak. Kita tinggal melaksanakan penyerahan ke pemerintah daerah. Kemudian dari pemerintah daerah akan menempatkan masyarakat yang akan menerima huntara yang sudah kita kerjakan,” ujar Agus Marsanto.
Agus juga menyebut bahwa dalam pengerjaan huntara, pihaknya memanfaatkan vendor-vendor lokal yang bekerja dengan BNPB, “Ada kurang lebih delapan vendor yang mengerjakan di Pidie Jaya ini.” BNPB berharap huntara yang telah dibangun dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi warga hingga proses rehabilitasi pascabanjir selesai sepenuhnya.