Madinah: Seorang calon jemaah haji asal Tangerang Selatan tetap melanjutkan ibadah haji meski mengalami patah kaki sehari sebelum keberangkatan. Jemaah bernama Tsamrotul Faudah itu kini menjalani rangkaian ibadah dengan bantuan kursi roda.
Insiden tersebut terjadi saat Tsamrotul mengalami kecelakaan ketika menuruni tangga menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Setibanya di Madinah, ia harus menjalani operasi selama lebih dari lima jam akibat cedera yang dialaminya.
Meski dalam kondisi terbatas, Tsamrotul tetap melanjutkan ibadah haji. Ia mengaku kesempatan berhaji menjadi panggilan yang telah lama dinantikan.
“Datang memenuhi panggilan-Mu, ya Allah, alhamdulillah. Dengan kondisi keterbatasan saya, saya diberi kesempatan untuk bersimpuh, memuji asma-asma-Nya, memenuhi undangan-Nya. Semoga haji saya menjadi haji yang mabrur,” ujar Tsamrotul.
Selama berada di
Tanah Suci, Tsamrotul mendapatkan dukungan dari petugas haji serta rekan satu kamar. Selain itu, putra bungsunya, Muhammad Amri Lubab, turut mendampingi dan membantu mobilitas sang ibu dengan mendorong kursi roda.
Amri yang berusia 24 tahun diketahui menggantikan porsi haji ayahnya yang telah wafat. Ia kini menjadi pendamping utama selama proses ibadah berlangsung.
Kisah ini menjadi gambaran dukungan keluarga dan pelayanan petugas haji dalam membantu jemaah menjalankan ibadah di tengah keterbatasan kondisi fisik.