6 February 2026 14:33
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ke depan harus memiliki ketahanan terhadap bencana. Langkah ini dinilai krusial untuk memitigasi risiko kerusakan infrastruktur, mengingat Indonesia berada di wilayah yang rawan bencana alam.
Penegasan tersebut disampaikan AHY dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Transformasi Transmigrasi 2026 di Kantor Kemenko IPK, Jakarta, Kamis 5 Februari 2026. Dalam kesempatan itu, AHY menyoroti kondisi sejumlah kawasan transmigrasi di berbagai daerah yang terdampak bencana alam, termasuk di Bener Meriah, Aceh, yang terdampak bencana beberapa waktu lalu.
Menurut AHY, pemetaan risiko iklim (climate risk) harus menjadi variabel utama dalam perencanaan tata ruang dan pengembangan wilayah. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada fungsi jangka pendek, tetapi juga memiliki daya tahan terhadap potensi bencana di masa depan.
| Baca juga: AHY Pede Pertumbuhan Ekonomi Positif Bisa Bikin Indonesia Jadi Negara 'High Income' |