6 October 2022 12:19
Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkap tiga program baru sebagai bentuk komitmen Indonesia menghadapi krisis pangan global. Selain itu, Kementan juga menggelar workshop pembiayaan pertanian untuk mengedukasi publik mengenai informasi terkini sehubungan dengan isu krisis pangan global.
Tiga program baru tersebut antara lain peningkatan produksi pertanian, substitusi impor, dan peningkatan ekspor. Direktur Jenderal prasarana dan sarana pertanian, Ali Jamil menyatakan Kementerian Pertanian berkomitmen untuk meningkatkan produksi bahan-bahan pokok agar produk pangan selalu tersedia sehingga mencegah terjadinya inflasi.
"Tetap meningkatkan produksi, tapi dalam konteks menekan inflasi, jadi kalau itu berarti, ada cabai merah, ada bawang merah, ada produk produk lain," ujar Ali Jamil.
Dalam program substitusi impor, Kementan mendorong peningkatan produksi pangan budidaya lokal untuk menekan impor pangan. Contohnya menekan ketergantungan terhadap kedelai dan gandum dengan meningkatkan produksi sorgum.
Sementara pada program peningkatan ekspor, Kementan akan meningkatkan volume ekspor bahan pokok Indonesia ke luar negeri. Karena berdasarkan data, ekspor indonesia pada 2021 mengalami peningkatan sebesar 30?ri tahun sebelumnya dengan nilai ekspor sebesar Rp625 triliun.
Sedangkan di sisi lain, selama beberapa tahun terakhir Kementan juga telah bekerja sama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) dan ISDB untuk melaksanakan program upland area.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa program ini amat membantu ribuan petani yang melaksanakan aktivitas pertaniannya di dataran tinggi. Fokus program ini adalah pengembangan pertanian yang komprehensif dari on farm sampai off farm berdasarkan value chain.