6 October 2022 08:59
Presiden Joko Widodo memberikan tugas baru bagi TNI-Polri dalam upacara peringatan HUT ke-77 TNI di Istana Merdeka, Rabu (5/10/22). Jokowi meminta keduanya untuk bersinergi menyukseskan berbagai agenda nasional, termasuk penanganan krisis pangan, krisis energi, dan krisis finansial.
Sejak dekade lalu, para ilmuwan memang sudah mengingatkan adanya gelombang krisis akibat perubahan iklim. Namun, krisis yang diramalkan terjadi 2050 itu terasa lebih cepat akibat pandemi dan perang Rusia-Ukraina.
Semua negara di dunia tidak hanya harus lebih cepat beradaptasi, tetapi juga dalam menggelontorkan bantuan dan stimulus dalam negeri. Itu ialah strategi dasar dalam meredam gejolak.
Begitu pun, lengkapnya program bantuan di atas kertas tidak akan berhasil tanpa distribusi cepat dan aman. Untuk Indonesia, harus diakui, kelancaran distribusi itu kerap bergantung pada bantuan TNI-Polri.
Namun, bertambahnya tugas TNI berarti pula ujian baru profesionalitas. Terlebih, dalam bidang-bidang nonpertahanan-keamanan, ukuran profesionalitas mudah menjadi abu-abu. Arahan tugas baru dari Presiden juga tidak boleh membuat negara abai dalam menyokong peran utama TNI. Sokongan itu harus terwujud dalam modernisasi alutsista.