NEWSTICKER

KSSK Sepakat Kondisi Sistem Keuangan Indonesia Terjaga

2 August 2022 16:48

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) tetap mewaspadai berbagai resiko dan tantangan ketidakpastian ekonomi global meski kondisi stabilitas sistem keuangan Indonesia masih tetap terjaga. Pemerintah dan lembaga terkait menyiapkan sejumlah langkah mengatasi resiko ekonomi global tersebut. 

KSSK mengakui banyaknya tantangan perekonomian yang dihadapi sepanjang triwulan dua, 2022. Ketua KSSK sekaligus Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyebut, banyaknya risiko bisa meningkatkan ketidakpastian pasar keuangan global dan meningkatkan risiko stagflasi yang bisa berujung pada resesi.

"Inflasi global terus meningkat seiring dengan tingginya harga komoditas akibat berlanjutnya gangguan rantai pasok yang diperparah oleh berlanjutnya perang di Ukraina," jelas Sri Mulyani.

Tekanan terhadap stabilitas perekonomian juga diakui oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, diantaranya dari tingkat inflasi pada Juni yang tercatat sebesar 4,94 persen. Selain itu, keputusan Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed yang kembali menaikkan suku bunganya sebesar 75 basis poin. Namun, Perry menegaskan situasi di dalam negeri lah yang menjadi penentu utama dalam pengambilan kebijakan.

Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, KSSK bersama pemerintah dan instansi terkait, tidak tinggal diam dan mengambil sejumlah kebijakan. Ada berbagai upaya yang dilakukan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.

Pertama adalah upaya mengendalikan inflasi dan melindungi daya beli. Upaya ini mencakup menjaga harga BBM, LPG dan tarif listrik. Pemberian insentif minyak goreng, BLT dan stabilisasi harga pangan, serta penurunan pungutan ekspor TBS sawit.