NEWSTICKER

Pemilu 2024, Pengamat: NasDem Terbesar Terima Efek Ekor Jas dari Jokowi

1 August 2022 11:48

Presiden Joko Widodo kembali minta kelompok-kelompok relawan pendukungnya dalam Pilpres 2014 dan 2019 agar menahan diri mengenai bakal capres. Bagi Jokowi, tahun ini terlalu dini bicara tentang tokoh atau sosok yang kelak 'dijagokannya' dalam Pilpres 2024.

Siapa pun bakal capres yang dipersepsikan sebagai 'didukung' Jokowi, berpeluang mendulang perolehan suara signifikan dalam Pilpres 2024. Masyarakat akan memandang 'capresnya Jokowi' sebagai penerus stabilitas politik, sosial dan ekonomi yang berhasil Jokowi pertahankan selama dua periode pemerintahannya.

Di dalam Pemilu 2024, fenomena efek ekor jas tersebut juga diyakini akan dinikmati partai politik koalisi pendukung Jokowi. Uniknya tidak semua parpol anggota koalisi yang punya peluang mendulang perolehan suara signifikan sebab dipersepsi sebagai pendukung Jokowi.

"Di dalam koalisi ada PPP dan Partai Golkar, tetapi mereka tidak mendapat efek ekor jas dari Jokowi," ungkap pengamat politik, Burhanuddin Muhtadi mengutip hasil studi koleganya, Jayadi Adnan.

Sangat wajar dan sudah seharusnya bahwa PDIP akan memperoleh manfaat terbesar dari efek ekor jas dari Jokowi. Sebab dalam kenyataannya Jokowi adalah kader PDIP dan selalu hadir dalam kegiatan penting PDIP.

Hasil studi Jayadi Adnan mendapati bahwa Partai NasDem juga mendapat keuntungan besar dari efek ekor jas Jokowi. Padahal masyarakat luas sudah tahu bahwa Jokowi bukan kader Partai NasDem. 

"Efek ekor jas Jokowi ke NasDem sangat tinggi dibanding yang lain. Sebab Partai NasDem adalah parpol yang paling awal mencapreskan Jokowi," jelas Burhanuddin.

Direktur Eksekutif Politik Indonesia ini menjelaskan bahwa efek ekor jas tergantung banyak situasi. Seperti apakah sosok yang dicapres parpol adalaah tokoh atau kader utama parpol bersangkutan atau tidak. 

Faktor berikutnya adalah waktu ketika calon pemilih mulai mengkaitkan/asosiasikan si bakal capres dengan tokok yang didukungnya. Semakin panjang waktunya dan konsisten, maka efek ekor jam semakin terpenuhi. 
 
"Efek ekor jas tidak seragam, tergantung tingkat asosiasi dan kapan mereka mendukung calon yang diusung dengan asosiasi tokoh atau kader masing-masing partai," papar Burhanuddin.