30 June 2022 19:11
Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, mengatakan hingga Mei 2022 konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan solar bersubdisi sudah melebihi kuota 23%. Irto mengungkapkan jika Pertamina tidak mengatur distribusinya, terdapat kekhawatiran akan melebihi kuota yang ditentukan.
Pertamina akhirnya membuat kebijakan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran dan tepat kuota menggunakan aplikasi Mypertamina. Irto juga mengatakan melalui upaya ini, penerimaan BBM bersubsidi dan jumlah BBM yang diterima lebih terdata. Irto menegaskan selama pendaftaran di aplikasi MyPertamina belum mendapatkan kode QR, pembelian BBM bersubsidi masih seperti biasa.