NEWSTICKER

Bedah Editorial MI: Indonesia Magnet Dunia

14 November 2022 08:41

Perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G-20) di Nusa Dua, Bali, tinggal menghitung jam. Sebanyak 12.750 orang, mulai delegasi, pebisnis, hingga lembaga swadaya masyarakat, akan menghadiri pertemuan tersebut.

Tujuh belas kepala negara sudah mengonfirmasi kehadiran mereka. Sejumlah pertemuan pendahuluan terkait dengan tiga topik KTT G-20, yakni transformasi digital, arsitektur kesehatan global, dan transisi energi, sudah digelar di 'Pulau Dewata' tersebut. Mulusnya pertemuan pendahuluan diharapkan akan memberikan jalan lapang bagi berbagai kesepakatan yang akan dihasilkan dalam forum kerja sama multilateral anggota G-20 itu. 

Dunia menaruh perhatian pada KTT G-20 mengingat dunia sedang tidak baik-baik saja, terpukul oleh krisis ekonomi global. Krisis terjadi karena pandemi covid-19 yang melanda dunia dan perang Rusia-Ukraina yang memorak-porandakan rantai pasok pangan, energi, dan gas. Guncangan pada rantai pasok itu juga menyebabkan tekanan inflasi yang menghantam sejumlah negara Benua Eropa dan Amerika Serikat.

Di tengah kesuraman ekonomi global, cahaya terang datang dari 'Bumi Pertiwi'. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III pada 2022 mencapai 5,72% (year-on-year). Menariknya, pertumbuhan ekonomi Indonesia terjadi hampir di seluruh sektor usaha. Sektor industri pengolahan ialah kontributor terbesar produk domestik bruto (PDB), tumbuh mengesankan sebesar 4,83% year-on-year. Sektor lain yang pantas dicatat pertumbuhannya ialah pertambangan dan pertanian, masing-masing sebesar 3,22?n 1,66% year-on-year. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III melanjutkan tren positif sejak awal 2022. 

Itu artinya fundamen ekonomi Indonesia memiliki ketangguhan dari terpaan krisis ekonomi global. Namun, untuk pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV, perlu kerja keras lagi sembari mengantisipasi tendensi geopolitik yang bisa mengubah eskalasi dunia semakin memburuk. Setelah melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang impresif, tidak mengherankan dunia mengharapkan Indonesia mampu menjembatani berbagai kepentingan anggota G-20.

Meskipun Presiden Rusia Vladimir Putin tidak hadir dan hanya mewakilkan kepada Menteri Luar Negeri Rusia, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, memuji Indonesia yang mempromosikan agenda pemersatu pada G-20. Dua raksasa ekonomi dunia, Amerika Serikat dan Tiongkok, sudah mengonfirmasikan kehadiran mereka pada gelaran akbar tersebut. 

Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada hari ini akan bertemu di Bali. Momentum itu ialah pertemuan langsung pertama antara pemimpin dua ekonomi terbesar dunia sejak Biden menjadi presiden pada Januari 2021. KTT G-20 membuat Indonesia menjadi magnet dunia. Kepercayaan dunia ialah kehormatan bagi Indonesia untuk mewujudkan recover together, recover stronger. Mari menjadi tuan rumah yang baik.


Sumber: Media Indonesia