3 April 2023 08:58
Acara peresmian penyelesaian pemasangan rel (track laying) proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) telah berlangsung pada 31 Maret lalu di Stasiun Halim, Jakarta, dengan dihadiri oleh Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono beserta para perwakilan Kemenhub dan Kementerian BUMN.
Stasiun Halim yang memiliki area seluas 41.447 meter persegi tersebut merupakan titik keberangkatan dan kedatangan KCJB dari titik Jakarta. Dalam sambutannya, Menko Marves mengaku bangga atas kerja sama pragmatis antara konsorsium Tiongkok dan Indonesia serta kemajuan yang dicapai oleh proyek KCJB.
Luhut juga menekankan bahwa dengan bekerja secara terintegrasi, maka tidak ada yang tidak bisa diselesaikan. Luhut menambahkan, target beroperasi atau commercial operation date (COD) proyek KCJB ditetapkan pada 18 Agustus 2023, sebagai hadiah HUT RI ke-78 dan peresmiannya akan dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.
Di tengah pemutaran video pemasangan rel terakhir, Luhut beserta sejumlah pejabat lainnya menekan tombol, yang menandakan proses pemasangan rel di trase KCJB telah selesai. Setelah prosesi peresmian, Luhut beserta rombongan menaiki LRT dari Stasiun Halim ke Stasiun Dukuh Atas untuk meninjau kemajuan proyek. Seperti diketahui, KCJB akan terintegrasi dengan LRT Jabodetabek.
KCJB dirancang dengan kecepatan maksimum 350 km/jam, total ada 304 km rel yang telah terpasang, meliputi jalur ganda seluruh trase KCJB sejauh 142,3 km, serta rel di 4 stasiun KCJB dan Depo Tegalluar, Kab. Bandung.
Sebelumnya, proses pemasangan rel telah dimulai sejak 20 April 2022 dengan menggunakan mesin track laying yang pertama kali ada di Indonesia, di mana mesin tersebut mampu memasang rel hingga sepanjang lima kilometer per hari, lebih cepat jika dibandingkan dengan pemasangan rel secara manual.
Proses trial atau commissioning test rencananya akan dilakukan pada 1 Mei 2023 mendatang, setelah itu baru akan dilanjutkan dengan pengajuan sertifikasi kelaikan operasi ke Kemenhub.