6 November 2026 10:45
Surabaya: Harga tepung tapioka di sejumlah pasar tradisional di Surabaya, Jawa Timur, melonjak hingga sekitar 80 persen dalam dua bulan terakhir. Kenaikan harga tersebut dikeluhkan pedagang karena berdampak pada penurunan jumlah pembeli dan omzet penjualan.
Berdasarkan pantauan di Pasar Wonokromo, Pasar Pucang, dan Pasar Soponyono, harga tepung tapioka kini mencapai Rp18 ribu hingga Rp19 ribu per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada sejumlah bahan pangan lainnya, termasuk tepung terigu.
Salah seorang pedagang, Dewi, mengatakan harga tepung tapioka yang sebelumnya berkisar Rp12 ribu hingga Rp13 ribu per kilogram kini hampir menyentuh Rp20 ribu.
“Sekarang hampir Rp20 ribu. Biasanya Rp12 ribu, Rp13 ribu,” ujar Dewi dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat 6 November 2026.
Menurut Dewi, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada tepung tapioka. Harga tepung terigu juga naik dari Rp9 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram. Sementara itu, harga kerupuk meningkat dari Rp95 ribu menjadi Rp128 ribu per lima kilogram.
Dewi mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga sejumlah bahan tersebut. Ia menyebut harga tiba-tiba mengalami kenaikan.
“Katanya, ya enggak tahu. Enggak tahu, kok tiba-tiba jadi mahal,” katanya.
Kenaikan harga tersebut turut memengaruhi daya beli konsumen. Dewi mengatakan pembeli kini mengurangi jumlah belanja. Konsumen yang biasanya membeli satu kilogram tepung, misalnya, kini hanya membeli setengah kilogram.
“Biasane belinya satu kilo, jadi setengah kilo. Biasanya dua kilo jadi satu kilo,” tuturnya.
Sepinya pembeli juga berdampak pada penjualan Dewi. Ia menyebut jumlah penjualannya kini berkurang hingga separuh dibandingkan sebelumnya.
“Ya sepi. Banyak, berkurang separuh,” ungkapnya.
Dewi berharap pemerintah dapat membantu menurunkan harga bahan pangan agar aktivitas jual beli di pasar kembali ramai. Menurutnya, kenaikan harga yang terjadi saat ini membuat pedagang kesulitan mempertahankan penjualan.