Sinaran Kalbu: Ramadan di Era Kecerdasan Buatan

10 March 2026 16:54

Saat ini kita hidup di zaman yang serba cepat, serba canggih, serba instan. Dalam hitungan detik informasi berpindah dan dalam hitungan menit keputusan dibuat, bahkan dengan sentuhan jari, sebuah opini bisa menyebar ke seluruh dunia, apalagi dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan (AI).

Mesin bisa menganalisis, bahkan mesin bisa memproduksi, mesin bisa menjawab lebih cepat dari otak manusia, dan bahkan lebih akurat daripada manusia. Apakah manusia akan tergantikan atau justru manusia akan kehilangan arah? 

Pada bulan Ramadan ini menyadarkan bahwa AI sebenarnya justru membuktikan ada satu hal penting bahwa manusia adalah makhluk yang inovatif, yang memiliki fitrah yang tidak bisa digantikan dengan AI. 
 

Baca juga: Sinaran Kalbu: Ego Ditahan, Pahala Digandakan


Dalam diri manusia tertanam potensi luar biasa yang tidak bisa disentuh oleh AI. Akal memang bisa diganti dengan AI untuk berpikir, namun hati tidak bisa diganti dengan AI karena tidak mampu merasakan. 

AI tidak memiliki nilai mana yang membimbing kepada kejujuran, kebenaran, atau kedamaian. Ini merupakan hal yang berbahaya di era AI. Manusia yang bereaksi tanpa berpikir, berbicara tanpa menyaring, memutuskan tanpa nilai, itu semua akan hilang diganti dengan AI. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)