5 September 2026 16:56
Pati: Jutaan ikan mati dan terjebak di dasar Sungai Silugonggo atau Sungai Juwana di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Pati, Jawa Tengah. Kondisi tersebut terjadi setelah debit air sungai terus menyusut akibat musim kemarau berkepanjangan.
Sebagian besar dasar sungai di sekitar bendung karet kini terlihat mengering. Ribuan hingga jutaan ikan, terutama ikan sapu-sapu, ditemukan mati dan terjebak di lumpur serta genangan air yang tersisa.
Warga mendatangi dasar sungai untuk mengambil ikan yang masih dapat dimanfaatkan. Sebagian ikan dibawa pulang untuk diolah menjadi makanan, sementara sebagian lainnya dikumpulkan untuk dijual kepada pengepul.
Warga mengaku fenomena tersebut baru terjadi tahun ini.
"Kalau akhir-akhir ini seperti ini, baru kali ini kejadian seperti ini. Tahun-tahun kemarin nggak pernah kekeringan," kata warga Pati dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu 5 September 2026.
Kondisi Sungai Silugonggo juga menjadi tanda kekeringan yang semakin serius di Pati. Warga menyebut sungai yang biasanya dipenuhi air kini mengalami penyusutan signifikan.
Warga Pati lainnya, Mutia, mengatakan kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena sejumlah wilayah di Pati juga mulai mengalami kekeringan dan membutuhkan bantuan air bersih.
"Sungai Silugonggo ini kan biasanya airnya penuh dan sekarang kering," ujar Mutia.
Kekhawatiran terbesar warga adalah dampak kekeringan terhadap sektor pertanian. Pati memiliki lahan pertanian yang luas sehingga menyusutnya debit sungai berpotensi mengganggu ketersediaan air untuk kebutuhan irigasi.
"Kasihan juga masyarakatnya, dan khawatirnya juga nanti merambah luas ke wilayah-wilayah lain kalau kondisinya tetap kering, terutama sungai," kata Mutia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan Pati bersama lebih dari 20 kabupaten lainnya di Jawa Tengah dalam status peringatan tertinggi kekeringan meteorologis untuk 10 hari pertama September.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati mencatat sedikitnya 20 desa di sembilan kecamatan terdampak kekeringan. Sejumlah warga mulai meminta distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.