Standar kecantikan kulit di Indonesia kini mengalami pergeseran. Jika sebelumnya tren glass skin yang menawarkan tampilan kulit bening bercahaya sangat populer, kini muncul tren baru yang disebut jelly skin. Berbeda dengan tren sebelumnya, jelly skin tidak hanya fokus pada tampilan visual yang cerah dan glowing, tetapi juga pada tekstur kulit yang terasa kenyal dan sehat saat diraba.
"Kalau jelly skin ini adalah glass skin versi 2.0. Secara visual tetap cerah bercahaya, tapi ketika diraba dia juga kenyal. Artinya, kelembapan dan elastisitas kulitnya optimal," ujar dokter kecantikan Klinik Dermapro Jakarta, dr. Ellen.
Mengapa Jelly Skin Menjadi Pilihan Utama?
Kesadaran masyarakat akan kesehatan kulit yang berkesinambungan mulai meningkat. Banyak orang kini menyadari bahwa memiliki kulit sehat lebih penting daripada sekadar putih instan. Kulit yang sehat dan berkualitas memungkinkan seseorang untuk tidak perlu menggunakan terlalu banyak tahapan skincare maupun makeup yang tebal.
"Jadi skincare-nya yang basic saja sudah cukup, karena kulitnya sudah mencapai skin quality yang optimal," tambahnya.
Menurut dr. Ellen, perawatan jelly skin sangat efektif untuk mengatasi berbagai masalah kulit, antara lain:
- Kulit kering dan kusam.
- Tekstur kulit kasar akibat penumpukan sel kulit mati.
- Pori-pori besar dan bekas jerawat.
- Penurunan elastisitas kulit akibat paparan sinar matahari dan polusi.
Klinik Dermapro Jakarta menawarkan tiga jenis prosedur untuk mendapatkan tampilan jelly skin sesuai kebutuhan pasien:
- Infus Jelly Skin: Bekerja secara holistik untuk seluruh tubuh melalui injeksi intravena.
- Jelly Skin Ultra Booster: Injeksi lokal pada area kulit tertentu menggunakan alat presisi.
- Jelly Skin Laser: Menggunakan teknologi terkini yang diklaim sebagai yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, saat ini hanya di Klinik Dermapro.
Perawatan ini memiliki masa pemulihan (
downtime) yang relatif minimal, yakni antara 1 hingga 5 hari tergantung jenis tindakan yang dipilih. Hasilnya pun diklaim sudah mulai terlihat pada hari ketiga hingga ketujuh setelah perawatan pertama.
Terkait biaya, perawatan jelly skin di Klinik Dermapro dibanderol mulai dari Rp5 juta. Harga tersebut mencakup penggunaan obat dan alat berkualitas serta penanganan langsung oleh dokter berpengalaman.
"Ini bukan sekadar perawatan, tapi investasi kulit jangka panjang dengan cara yang benar," tutup dr. Ellen.