Kebakaran Landa Permukiman Padat Penduduk di Gambir, 114 Rumah Hangus

1 September 2026 10:21

Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Jalan Batu Ceper 8, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat pada Senin, 31 Agustus 2026. Sebanyak 114 rumah hangus dilahap si jago merah, menyebabkan sedikitnya 880 jiwa terdampak dan kehilangan tempat tinggal.

Api diduga berasal dari korsleting arus listrik di salah satu rumah kontrakan warga. Kondisi permukiman yang sangat rapat serta sulitnya akses menuju sumber air membuat petugas pemadam kebakaran sempat mengalami kendala dalam menjinakkan api.

Warga korban kebakaran masih bertahan di lokasi pengungsian sementara hingga Selasa pagi, 1 September 2026. Berdasarkan pantauan jurnalis Metro TV, Rosa Salma, terdapat lima titik posko pengungsian mandiri yang didirikan oleh warga di sepanjang gang-gang di sekitar lokasi kebakaran.

Kondisi para pengungsi sangat memprihatinkan. Mereka terpaksa tidur di atas tikar yang digelar di jalanan tanpa atap yang melindungi dari cuaca. Sebagian besar warga tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka karena api merambat dengan sangat cepat.
 

 

Cerita Pilu Warga


Salah satu warga terdampak, Ibu Neni, menceritakan detik-detik mencekam saat api mulai berkobar. Saat kejadian, ia sedang tidak berada di rumah. Ia mendapatkan kabar melalui telepon dari anaknya yang sedang melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di dalam rumah.

"Anak saya telepon suruh segera pulang. Dia cuma sempat menyelamatkan motor dan surat-surat penting yang memang sudah saya pesan sebelumnya. Pas saya sampai, saya sudah tidak diizinkan masuk ke gang oleh petugas karena asap sudah sangat gelap" kata warga terdampak kebakaran, Neni, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Selasa, 1 September 2026.

Neni menambahkan bahwa untuk bertahan hidup di pengungsian, warga bergotong-royong memasak air dan menyediakan minuman hangat seperti teh dan kopi seadanya guna menghangatkan badan saat malam hari.

Hingga berita ini ditulis, para korban kebakaran sangat membutuhkan bantuan darurat, terutama logistik berupa bahan makanan, pakaian layak pakai, perlengkapan bayi, serta bantuan obat-obatan. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk proses evakuasi yang lebih layak, dan memberikan kepastian terkait bantuan renovasi atau tempat tinggal sementara bagi mereka yang telah kehilangan segalanya.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X