17 June 2026 13:29
Gempa bumi bermagnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa 16 Juni 2026 menyisakan sejumlah fakta mengejutkan. Selain menyebabkan korban luka dan kerusakan bangunan, gempa ini juga memunculkan kembali trauma mendalam masyarakat terhadap bencana besar yang pernah melanda Palu dan sekitarnya pada 2018.
Dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Rabu 17 Juni 2026, berikut sejumlah fakta penting di balik gempa yang mengguncang Sulawesi Tengah tersebut.
1. Sigi menjadi wilayah dengan kerusakan terparah
Kabupaten Sigi tercatat sebagai daerah yang mengalami dampak paling luas akibat gempa. Ratusan rumah warga dan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan.
Data BPBD Sulawesi Tengah mencatat di Desa Oenuni terdapat 22 korban luka ringan dan dua korban luka berat. Sementara di Desa Kamarora terdapat tiga korban luka ringan dan sembilan korban luka berat.
2. Ada korban meninggal bukan karena tertimpa bangunan
Di tengah banyaknya laporan korban luka akibat guncangan gempa, satu warga Desa Ampera dilaporkan meninggal dunia akibat serangan jantung saat gempa berlangsung. Peristiwa ini menjadi salah satu dampak tidak langsung dari kepanikan yang terjadi saat bencana.
3. Gempa susulan terjadi puluhan kali dalam hitungan jam
BMKG mencatat aktivitas gempa susulan yang cukup intens setelah gempa utama terjadi. Hingga Selasa sore, jumlah gempa susulan telah mencapai puluhan kali.
Fenomena ini menunjukkan proses pelepasan energi di zona sumber gempa masih terus berlangsung sehingga masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi guncangan lanjutan.