9 September 2026 11:57
Jakarta: Kabar baik bagi penggemar fenomena astronomi, langit akan kembali dihiasi gerhana matahari pada 2027. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mencatat akan ada dua peristiwa gerhana matahari yang dapat disaksikan dari berbagai wilayah dunia. Setelah gerhana matahari total menghiasi langit Greenland, Islandia, hingga Spanyol pada 12 Agustus lalu, fenomena alam ini akan kembali memukau masyarakat dunia pada 2027.
Gerhana adalah fenomena astronomi yang terjadi saat benda langit bergerak ke dalam bayang-bayang benda langit lainnya. Gerhana melibatkan Matahari, Bumi, dan Bulan. Fenomena ini terjadi karena orbit Bulan mengelilingi Bumi dan orbit Bumi mengelilingi Matahari berada pada posisi tertentu sehingga ketiganya dapat berada pada satu garis lurus.
Sedangkan fenomena gerhana matahari terjadi saat Bulan berada di antara Matahari dan Bumi sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari yang menuju ke permukaan Bumi.
NASA memprediksi akan ada dua peristiwa gerhana matahari pada 2027, yaitu:
Gerhana matahari cincin merupakan fenomena alam ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, tetapi tidak menutupi piringan Matahari secara penuh karena jarak Bulan sedang berada di titik terjauh dari Bumi.
Jalur utama cincin ini akan melewati beberapa wilayah, yaitu:
Di luar jalur cincin tersebut, masyarakat yang berada di kawasan Amerika Selatan dan Afrika Barat dapat menikmati fenomena gerhana matahari sebagian. Pada fase ini, piringan Bulan terlihat seolah memakan sebagian piringan Matahari.
Gerhana matahari total merupakan fenomena ketika Bulan menutupi seluruh piringan Matahari dari pandangan pengamat yang berada di jalur totalitas. Peristiwa tersebut membuat wilayah yang dilalui bayangan utama Bulan dapat mengalami fase total.
Jalur gerhana matahari total akan melewati:
Selain itu, NASA mencatat gerhana sebagian akan terlihat di wilayah yang jauh lebih luas, seperti:
Nah, dua peristiwa gerhana matahari pada 2027 tersebut menjadi salah satu fenomena astronomi yang menarik untuk dinantikan. Setiap gerhana memiliki jalur dan wilayah pengamatan yang berbeda, sehingga tidak semua wilayah di dunia dapat menyaksikan fase yang sama.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Eunike Michelle Gultom)