Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, kembali berjalan normal pada Selasa, 8 September 2026. Sebelumnya, operasional bandara sempat ditutup selama dua hari akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kembalinya aktivitas bandara ini menyusul diterbitkannya Notice to Airmen (NOTAM) terbaru yang menyatakan ruang udara di sekitar bandara telah aman untuk jalur penerbangan.
Melayani 28 Penerbangan Domestik
Berdasarkan data hingga Selasa siang,
Bandara Halim Perdanakusuma telah melayani sedikitnya 14 jadwal keberangkatan dengan total 804 penumpang. Secara keseluruhan, pihak otoritas bandara memproyeksikan akan ada 28 aktivitas penerbangan (keberangkatan dan kedatangan) sepanjang hari ini.
Sejumlah destinasi domestik yang telah kembali beroperasi antara lain rute menuju Surabaya, Denpasar, Yogyakarta, Malang, Ketapang, dan beberapa kota lainnya. Sejumlah penumpang mulai memadati area keberangkatan setelah mendapatkan kepastian mengenai jadwal penerbangan mereka yang sempat tertunda.
Prosedur Keselamatan Ketat
Meski telah dibuka kembali, pengelola bandara memastikan bahwa seluruh aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Serangkaian pengujian dilakukan secara berkala untuk memastikan infrastruktur bandara bebas dari sisa abu vulkanik.
Selain pengujian partikel udara, pemeriksaan fisik juga dilakukan pada area-area vital seperti landasan pacu (runway), jalur taksi (taxiway), hingga area parkir pesawat (apron). Hal ini dilakukan guna mencegah potensi kerusakan mesin pesawat akibat material
vulkanik.
Pihak otoritas bandara mengimbau kepada seluruh calon penumpang untuk tetap proaktif memeriksa status penerbangan mereka. Meski operasional telah dibuka, penyesuaian jadwal atau keterlambatan masih mungkin terjadi akibat efek domino dari penutupan sebelumnya.
Kembalinya normalisasi di Bandara Halim Perdanakusuma diharapkan dapat segera mengurai penumpukan penumpang yang terdampak pembatalan
penerbangan selama dua hari terakhir. Hingga saat ini, situasi di terminal keberangkatan terpantau kondusif dan tertib.