AS-Iran Tensi Tinggi, RI Tumbuh Tinggi

25 March 2026 01:00

Di tengah bayang-bayang krisis energi akibat eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran, ekonomi Indonesia justru menunjukkan resiliensi yang luar biasa. Laporan terbaru The Economist menempatkan Indonesia dalam kuadran "Strong Buffer", menilai RI memiliki bantalan kuat menghadapi guncangan global.

Pertumbuhan ekonomi triwulan pertama (Q1) 2026 diprediksi menembus angka 5,5% hingga 5,7%, sebuah rekor tertinggi sejak pandemi Covid-19. Perputaran uang selama Ramadan dan Lebaran yang mencapai Rp417 triliun, ditambah stimulus THR sebesar Rp55 triliun, menjadi mesin utama penggerak konsumsi domestik.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan optimismenya bahwa target pertumbuhan 8% tetap realistis meski dunia sedang bergejolak. Namun, tantangan besar menanti: apakah pertumbuhan ini hasil dari fundamental yang kokoh atau sekadar berkah musiman dari siklus hari raya?

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)