4 January 2026 22:12
Jakarta: Musim libur Natal dan Tahun Baru membawa berkah bagi pelaku usaha souvenir dan oleh-oleh khas Kerinci. Permintaan souvenir, aksesoris, hingga kaus bertema Gunung Kerinci meningkat tajam seiring melonjaknya kunjungan wisatawan ke kawasan Kayu Aro, kaki Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Jambi.
Beragam produk khas Kerinci ditawarkan kepada wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi unggulan, seperti Gunung Kerinci, Danau Gunung Tujuh, dan Danau Teh Kayu Aro. Harga souvenir relatif terjangkau, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp100 ribu, sementara aksesoris dibanderol Rp5.000 hingga Rp20 ribu per item.
Peningkatan penjualan terasa signifikan dibanding hari biasa. Jika pada hari normal pendapatan pedagang berkisar Rp500 ribu hingga Rp1 juta per hari, selama libur Nataru omzet melonjak hingga Rp5 juta sampai Rp6 juta per hari.
Silfiya, pemilik toko Monci atau Mountain Kerinci, mengaku lonjakan permintaan paling terasa pada penjualan kaus. Dalam sehari selama libur Nataru, ia mampu menjual hingga 500 potong kaus, jauh meningkat dibanding hari biasa yang hanya sekitar 50 potong. Selain menjual souvenir dan aksesoris, Silfiya juga menyediakan penginapan bagi wisatawan. Penginapan yang dirintis sejak 1978 itu memiliki 15 kamar dengan tarif terjangkau, berkisar Rp50 ribu hingga Rp65 ribu per malam.
Baca Juga :