Apa Itu Ideologi Juche? Rahasia di Balik Korea Utara yang Sulit Dipengaruhi Negara Lain

30 July 2026 11:29

Jakarta: Korea Utara dikenal sebagai salah satu negara paling tertutup di dunia. Berbagai kebijakannya yang tegas, mulai dari pembatasan informasi hingga penolakan terhadap campur tangan asing, kerap menjadi sorotan dunia. Di balik seluruh kebijakan tersebut, terdapat sebuah ideologi yang menjadi fondasi utama negara, yakni Juche, sebuah konsep yang menekankan kemandirian dalam hampir seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dilansir dari Independen Historia, kata Juche secara harfiah bermakna "berdikari" atau berdiri di atas kaki sendiri. Gagasan ini pertama kali dirumuskan oleh pendiri Korea Utara, Kim Il-sung, sebagai pilar strategis agar negaranya dapat berdaulat penuh tanpa bergantung pada pengaruh maupun tekanan kekuatan asing, termasuk dari negara sekutunya.

 

Empat Pilar Utama Ideologi Juche

Dalam perkembangannya, Juche berdiri kokoh di atas empat pilar utama yang mengatur tata kehidupan berbangsa di Korea Utara:

  1. Chuch’e: Kemandirian dalam ideologi dan cara berpikir masyarakat.
  2. Chaju: Kemandirian dalam urusan bernegara dan kebijakan politik luar negeri.
  3. Charip: Kemandirian penuh dalam pembangunan sektor ekonomi nasional.
  4. Chawi: Kemandirian total dalam membangun sistem pertahanan dan keamanan nasional.

Landasan Politik dan Legitimasi Negara

Bagi pemerintah di Pyongyang, Juche bukan sekadar teori politik di atas kertas. Ideologi ini berfungsi sebagai landasan legitimasi kepemimpinan dinasti Kim, doktrin penanaman identitas nasional, sekaligus alat utama untuk menjaga kesatuan serta ketaatan rakyat terhadap sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun tatanan politik dalam negeri.

Secara sederhana, Juche adalah cara Korea Utara menegaskan bahwa mereka harus menentukan nasibnya sendiri tanpa tunduk pada intervensi luar. Prinsip inilah yang menjadi kunci utama untuk memahami alasan pemerintah Korea Utara konsisten menerapkan kontrol ketat terhadap masyarakat serta memprioritaskan pembangunan militer secara masif.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Muhammad Fauzan)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X