Kata-Kata Baku KBBI yang Jarang Dipakai Tapi Kaya Makna-Jadi Lebih Paham

Arga Sumantri • 24 December 2025 18:39

Jakarta: Bahasa Indonesia menyimpan kekayaan kosakata yang luar biasa. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tercatat ribuan kata dengan makna yang beragam, mulai dari yang akrab digunakan dalam percakapan sehari-hari hingga kata-kata indah yang kini mulai jarang terdengar. Padahal, banyak di antaranya memiliki makna mendalam dan mampu memperkaya kualitas tulisan maupun tutur kata.

Kata Baku dalam KBBI yang Jarang Digunakan Tapi Tetap Relevan

Berikut beberapa kata baku dalam KBBI yang jarang digunakan, namun tetap relevan dan layak dihidupkan kembali dalam penggunaan bahasa Indonesia modern.

1. Banyu

Kata banyu berasal dari bahasa Jawa yang berarti air. Meski tidak umum dipakai dalam bahasa Indonesia formal sehari-hari, kata ini kerap digunakan dalam karya sastra untuk menghadirkan nuansa lokal yang kuat. Penggunaan kata banyu mampu memberikan kesan puitis dan kultural yang khas.
   

2. Semburat

Semburat memiliki arti warna yang bercampur atau membaur, serta dapat pula merujuk pada cahaya yang mulai meredup. Kata ini sering digunakan dalam deskripsi visual, terutama dalam karya sastra atau tulisan naratif.

Contoh penggunaan:
“Semburat merah di langit menandakan matahari perlahan terbenam.”

3. Langgam

Kata langgam berarti gaya, bentuk, atau aliran, khususnya dalam seni dan budaya. Istilah ini kerap digunakan untuk menggambarkan karakter khas suatu karya, seperti musik, arsitektur, atau seni rupa.

Contoh penggunaan:
“Langgam musik tradisional Indonesia sangat beragam dan kaya akan nilai budaya.”

4. Renjana

Renjana bermakna rasa hati yang kuat, seperti rindu atau cinta yang mendalam. Kata ini sering dijumpai dalam puisi, prosa sastra, maupun lirik lagu karena mampu menyampaikan emosi secara halus dan mendalam.

5. Takzim

Berasal dari serapan bahasa Arab, takzim berarti sikap sangat hormat dan penuh sopan santun. Meski telah resmi masuk KBBI, kata ini masih jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari, padahal maknanya sangat relevan dalam konteks sosial dan budaya Indonesia.
Menghidupkan kembali kata-kata baku yang jarang digunakan bukan hanya memperkaya kosakata, tetapi juga membantu menjaga keindahan dan keberagaman bahasa Indonesia.

Dengan memahami dan menggunakan kata-kata ini secara tepat, kita turut melestarikan warisan linguistik bangsa.

Sampai jumpa di edisi Jadi Lebih Paham berikutnya, dengan bahasan menarik lainnya seputar bahasa dan pengetahuan umum.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)