Kabut Asap Karhutla Lumpuhkan Penerbangan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur

19 September 2026 15:02

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin meluas di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur melumpuhkan sektor transportasi udara. Kabut asap tebal memaksa sejumlah maskapai membatalkan serta mengalihkan penerbangan demi keselamatan penumpang.

Di Bandara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, sedikitnya tiga jadwal penerbangan dibatalkan pada Jumat, 18 September 2026 sore akibat jarak pandang yang tidak memenuhi standar keselamatan. Pembatalan mencakup rute Sampit menuju Surabaya menggunakan NAM Air dan Wings Air serta rute menuju Jakarta menggunakan Super Air Jet). Sejumlah calon penumpang yang telah menunggu berjam-jam terpaksa pulang setelah menerima pengumuman resmi.

"Informasi dari petugas bandara yang ada di Bandara Sampit ini karena memang kondisi tidak memungkinkan, jadi pesawat yang dari Jakarta tidak bisa mendarat di Bandara Sampit. Tapi bagaimanapun juga karena kondisi alam yang memang tidak bisa kita apa-apakan, ini kehendak dari Yang Kuasa, makanya kita bersabar aja untuk menunggu di sini," ujar calon penumpang, Rusli Setiawan dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Sabtu, 19 September 2026.

Pihak maskapai memastikan para penumpang terdampak akan diberangkatkan pada keesokan harinya setelah cuaca membaik.
 


Kondisi serupa terjadi di Bandar Udara Kalimarau, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Dua penerbangan Batik Air rute Jakarta-Berau dan Surabaya-Berau gagal mendarat dan dialihkan ke Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan, setelah jarak pandang merosot hingga 1,5 kilometer. Sementara itu, penerbangan Wings Air rute Samarinda–Berau tertahan di Bandara APT Pranoto, Samarinda.

"Ada kiriman asap di Bandara Kalimarau sehingga menyebabkan penurunan jarak pandang secara drastis kemarin, dari 3.500 menjadi 1.500 (meter), sehingga mengakibatkan semua penerbangan kemarin membatalkan penerbangannya," ungkap Kepala Bandara Kalimarau, Patah Atrabri.

Saat ini, otoritas bandara di kedua provinsi terus memantau arah angin dan ketebalan kabut asap. Operasional penerbangan baru akan dikembalikan normal apabila jarak pandang telah dinyatakan aman bagi penerbangan.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X