Surabaya: Isak tangis keluarga pecah saat jenazah Yudhi Arisandi, korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8, tiba di rumah duka kawasan Tenggumung, Surabaya, Kamis, 30 September 2026 pagi. Pria 36 tahun itu merupakan sopir truk ekspedisi yang meninggalkan seorang istri dan anak yang masih balita.
Setibanya di rumah duka, jenazah Yudhi langsung dibawa ke musala untuk disalatkan. Setelah itu, jenazah rencananya dimakamkan di Pegirian, Surabaya. Ketua Tim Kerja Operasional Kedaruratan BPBD Kota Surabaya Arif Sunandar mengatakan pihaknya melakukan pendampingan pemulangan jenazah bersama keluarga dari RSUD Dr. Soetomo. Jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 09.00 WIB. Keluarga kemudian membawa jenazah ke musala yang berada di dekat kediaman korban untuk disalatkan.
“Dan hari ini tadi sudah kita penjemputan bersama keluarga di RSUD Dr. Soetomo. Itu jam 07.00 pesawat pendingin, kemudian lanjut kita pendampingan sampai ke rumah duka. Tiba di rumah duka pukul 09.00 WIB dan rencananya nanti setelah disalatkan di dekat kediaman korban, di musala, kemudian akan dimakamkan di Pegirian,” ujar Arif.
Yudhi merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terlebih almarhum meninggalkan seorang istri dan anak yang masih balita. Sebelum menjadi korban, ia sehari-hari bekerja sebagai sopir truk ekspedisi.
“Kalau menurut informasi dari adik kandungnya yang ikut dalam pendampingan tadi, korban atas nama Yudi ini adalah sopir, sopir truk ekspedisi,” kata Arif.
Arif menyebut Yudhi menjadi korban keempat asal Kota Surabaya yang telah teridentifikasi, meninggal dunia, dan diserahterimakan kepada pihak keluarga.
“Sampai dengan hari ini yang teridentifikasi, yang meninggal dunia dan sudah teridentifikasi dan sudah kita serah terimakan ke keluarga korban, ini ada empat,” ujarnya.
Pemulangan jenazah Yudhi menjadi bagian dari proses penanganan korban KM Virgo Transport 8. Setelah disalatkan, jenazah akan dimakamkan di Pegirian, Surabaya.