NEWSTICKER

Batu Bara Jadi Solusi Energi di Uni Eropa Selama Perang Rusia-Ukraina

2 September 2022 10:54

Sejak perang pecah di Ukraina, raungan yang datang dari ekskavator raksasa pengambil batuan hasil ledakan di tambang batu bara terbesar di Yunani menjadi lebih sering terdengar. Batu bara yang telah lama diperlakukan sebagai bahan bakar warisan di Eropa kini membantu benua Uni Eropa menjaga pasokan listriknya dan mengatasi malapetaka yang disebabkan oleh perang dan kenaikan dramatis harga gas alam.
 
Menurut Direktorat Energi Uni Eropa, listrik yang dihasilkan oleh batu bara di Uni Eropa melonjak 19 persen pada kuartal keempat 2021 dari tahun sebelumnya. Hal ini lebih cepat daripada sumber listrik lainnya karena ketegangan meningkat antara Rusia dan Ukraina menjelang invasi pada akhir Februari.
 
Selama beberapa dekade, negara ini mengandalkan penambangan domestik lignit yang merupakan jenis batu bara berkualitas rendah dan beremisi tinggi, tetapi baru-baru ini Yunani mempercepat rencana untuk menutup pembangkit listrik yang lebih tua dan beralih ke energi terbarukan.
 
Taman surya yang baru selesai dibangun menjadi salah satu tambang yang terbesar di Eropa dan hanya berjarak setengah jam berkendara dari tambang lignit terbuka terbesar di negara Yunani. 

Saat meresmikan fasilitas baru awal musim panas ini, Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis mengumumkan kenaikan 50 persen dalam produksi lignit hingga 2024 untuk membangun cadangan.

Gejolak pasar energi akibat perang di Ukraina telah memicu peningkatan produksi listrik berbahan bakar batu bara di Uni Eropa. Namun para ahli berpendapat bahwa kembalinya batu bara akan berumur pendek yang bertindak hanya sebagai backstop sampai kapasitas terbarukan meningkat dan infrastruktur listrik baru dan konektivitas jaringan diperluas.