NEWSTICKER

Membedah Sistem Proporsional Pemilu RI

6 January 2023 11:57

Sudah tahukah anda bahwa sistem proporsional terbuka dan tertutup dalam pemilu punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dalam pernyataannya di acara Catatan Akhir Tahun KPU Kamis (29/12/2022) lalu, Ketua KPU, Hasyim Asyari mengatakan asumsinya soal kemungkinan kembali hidupnya sistem coblos partai pada pemilu serentak 2024.

Hal ini berdasarkan adanya gugatan di MK tentang undang-undang pemilu yang juga berhubungan dengan kondisi faktual kepemiluan saat ini. Pernyataan Hasyim ini menuai polemik di tengah publik.

Sistem proporsional dalam pemilu dibagi menjadi dua jenis, yaitu proporsional terbuka dan proporsional tertutup.

Pada sistem proporsional tertutup, kita sebagai pemilik suara akan disodorkan lembar berisikan daftar partai politik untuk dipilih. Tidak ada nama kandidat disana, hanya logo partai yang akan dicoblos. Nantinya, parpol dengan suara akumulatif terbanyak dapat menentukan siapa kader yang akan duduk di kursi parlemen berdasarkan urutan nama susunan partai.

Berbeda dengan sistem pemilihan proporsional terbuka, partai politik wajib untuk mengirimkan daftar nama kandidat terbaiknya. Daftar ini nantinya akan dimuat dalam lembar suara. Jadi kita sebagai pemilih tahu rincian caleg yang tersedia. Nantinya kandidat dengan suara terbanyak akan mulus melenggang ke gedung parlemen.

Putusan MK inilah yang membawa Indonesia kepada sistem proporsional terbuka yang sampai saat ini masih diterapkan. Terkini delapan partai politik di parlemen menyatakan sikap untuk mempertahankan sistem proporsional terbuka agar nilai-nilai demokrasi tidak terkikis.

Namun hanya satu partai, yakni PDI Perjuangan yang maju mendukung amandemen sistem coblos partai dalam pemilu.