Bedah Editorial MI: Perdamaian itu Merangkul

10 February 2023 07:39

Rantai kekerasan di Tanah Papua hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan terputus. Peristiwa pembakaran pesawat Susi Air di Bandara Paro, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, awal pekan ini menjadi peristiwa terbaru kekerasan di ‘Bumi Cenderawasih’.

Seperti juga Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) pimpinan Egianus Kogoya yang mengaku melakukan pembakaran tersebut. Mereka juga meneror 15 pekerja bangunan puskesmas setempat.

Peristiwa itu menguatkan indikasi bahwa teror dan kekerasan belum akan surut, bahkan amat mungkin semakin kerap tahun ini. Dalam catatan kepolisian, sepanjang 2022 saja terjadi 90 kali aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) di 14 kabupaten/kota di Papua. Aksi-aksi tersebut menelan 48 jiwa dan 27 luka-luka.

Polisi menduga 35 dari korban tewas merupakan anggota KKB. Kemudian, 10 merupakan prajurit TNI dan 3 personel Polri. Akan tetapi, bila kita tanyakan kepada pihak KKB, mereka tentu akan mengeklaim banyak dari 35 orang itu merupakan penduduk sipil. KKB juga menyatakan korban jiwa dari kalangan sipil yang menjadi sasaran KKB ialah mata-mata aparat keamanan.

Saling klaim identitas korban itu hanya wujud dari pertentangan ego tiap pihak. Kebenarannya menjadi relatif, tergantung pada siapa yang membeberkan data. Namun, satu yang tidak terbantahkan, warga sipil merupakan korban yang paling menderita dari rantai kekerasan di Papua.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)