23 March 2026 12:27
Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan inovasi baru melalui film animasi bergenre fiksi ilmiah (sci-fi) berjudul Pelangi di Mars. Film yang dijadwalkan tayang pada masa libur Lebaran 2026 ini menarik perhatian karena menggunakan teknologi mutakhir Extended Reality (XR) dalam proses produksinya.
Sutradara Upie Guava mengimplementasikan teknologi Extended Reality untuk menciptakan atmosfer Planet Mars yang realistis. Berbeda dengan syuting tradisional, teknologi ini menggunakan layar LED raksasa di latar belakang yang bergerak mengikuti pergerakan kamera, sehingga aktor merasa seolah berada langsung di lokasi.
Aktris Lutesha, yang berperan sebagai Ibu Pratiwi, menjelaskan bahwa teknologi ini menuntut imajinasi tinggi dari para pemain. "Ada layar LED di belakang kita yang mengikuti gerakan kamera. Kesannya kita benar-benar berada di ruangan itu, lengkap dengan desain set berupa pasir dan batuan Mars," ujarnya dalam wawancara eksklusif Showbiz Metro TV, Minggu 22 Maret 2026.
Selain XR, pemeran utama anak, Keinaya Messi Gusti, juga menjalani proses motion capture dan workshop khusus untuk membiasakan diri dengan gerakan di ruang angkasa, termasuk simulasi gravitasi Mars.
Terinspirasi dari Sosok Astronot Pratiwi Sudarmono
Salah satu poin menarik dari film ini adalah karakter Bunda Pratiwi yang diperankan oleh Lutesha. Karakter tersebut terinspirasi dari Pratiwi Sudarmono, ilmuwan sekaligus astronot perempuan pertama Indonesia yang terpilih untuk misi NASA pada tahun 1980-an.
Dalam cerita ini, Pratiwi digambarkan sebagai ilmuwan yang harus bertahan hidup dan membesarkan anaknya, Pelangi, sendirian di Mars setelah ditinggalkan oleh koloninya. Pelangi (Messi Gusti) kemudian tumbuh menjadi anak pemberani yang bertekad mencari batu mineral "Zeolit Omega" demi memurnikan air di Bumi yang telah tercemar.
Pesan Moral: Keberanian Menggapai Mimpi
Tak hanya menonjolkan sisi teknologi, Pelangi di Mars membawa pesan kuat tentang keluarga dan kegigihan. Lutesha menekankan bahwa film ini mengajarkan bahwa keluarga tidak selalu berdasarkan ikatan darah, tetapi juga bisa ditemukan melalui persahabatan, bahkan dengan robot sekalipun.
Messi Gusti juga mengajak anak-anak Indonesia untuk tidak takut gagal dalam mengejar mimpi. "Jangan pernah takut salah karena kegagalan adalah bagian dari proses. Jangan menunda-nunda mimpi kalian," ungkap Messi.
Film animasi Pelangi di Mars kini resmi tayang di bioskop Indonesia sejak 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen Lebaran.