Arab Saudi dan Kuwait Resmi Cabut Pembatasan Pangkalan Militer AS

12 May 2026 14:38

Arab Saudi dan Kuwait resmi mencabut pembatasan penggunaan pangkalan militer serta wilayah udara bagi pasukan Amerika Serikat. Kedua negara teluk itu membuka jalan bagi Amerika Serikat melanjutkan operasi militer termasuk operasi Project Freedom yang diklaim untuk pengawalan kapal di Selat Hormuz.

Dalam laporan The Wall Street Journal dicabutnya pembatasan penggunaan pangkalan militer dan wilayah udara Arab Saudi dan Kuwait ditujukan untuk menghilangkan hambatan dalam tindakan Presiden Donald Trump yang mengklaim ingin menjaga arus pelayaran di Selat Hormuz. Trump kini disebut sedang menyiapkan kembali operasi berkedok pengawalan kapal-kapal komersial itu melalui operasi militer Angkatan Laut dan Udara Amerika Serikat.
 

Baca juga: Dolar AS Menguat karena Permintaan Aset Aman Meningkat


Operasi tersebut dihentikan sementara meski belum genap 24 jam berjalan. Pentagon menyebut operasi Project Freedom bisa kembali dimulai secepatnya dalam beberapa hari ke depan meski belum ada jadwal resmi yang diumumkan. Meningkatnya aktivitas militer Amerika di kawasan Teluk juga memicu kekhawatiran baru terhadap potensi eskalasi konflik dengan Iran. 

Teheran sebelumnya telah memperingatkan bahwa kehadiran militer asing di sekitar Selat Hormuz akan memperbesar risiko konfrontasi terbuka di kawasan Timur Tengah

Di sisi lain Washington mengklaim operasi tersebut dilakukan untuk menjamin kebebasan navigasi internasional dan menjaga stabilitas jalur perdagangan global meski faktanya tidak ada kapal yang merasa mendapat pengawalan dan jaminan keamanan dari Amerika Serikat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)