7 February 2026 12:41
Di tengah kuatnya arus budaya modern dan globalisasi, mulai dari tren Korea hingga Eropa, sekelompok perempuan memilih tetap setia melestarikan tari tradisional Indonesia. Mereka tergabung dalam komunitas tari Seputi, sebuah komunitas tari yang beranggotakan perempuan berusia 40 tahun ke atas.
Pantang disebut lansia, para anggota komunitas tari Seputi tetap lincah bergerak mengikuti irama dan gerak tari tradisional. Komunitas ini resmi dibentuk pada 2025, berawal dari pertemuan kembali para anggotanya yang sejak kecil pernah belajar menari di sebuah sanggar bernama Putih Melati.
Puluhan tahun berlalu, para penari cilik itu kini telah menjadi ibu rumah tangga dan perempuan karier. Rasa rindu untuk berkarya dan berkontribusi dalam menjaga warisan budaya akhirnya menyatukan mereka kembali dalam satu wadah bernama Seputi.
Berbeda dengan sanggar tari pada umumnya, komunitas tari Seputi tidak diisi oleh remaja belia. Justru, komunitas ini menjadi ruang bagi perempuan dewasa untuk tetap belajar, berkarya, dan menari, sekaligus membuktikan bahwa seni tidak mengenal batas usia.
| Baca juga: Metro Community: Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran Pilah Sampah |