Tegas Tolak Amerika Serikat, Greenland Pilih Tetap Bersatu dengan Denmark

15 January 2026 17:07

Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, secara tegas menyatakan penolakannya terhadap gagasan bergabung dengan Amerika Serikat. Nielsen menegaskan bahwa wilayah Arktik tersebut lebih memilih untuk tetap bersatu dengan Denmark, sekaligus menunda rencana kemerdekaannya untuk saat ini.

Pernyataan ini disampaikan Nielsen menjelang pertemuan penting di Washington D.C. bersama Menteri Luar Negeri Denmark dan Greenland, yang dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Wakil Presiden AS JD Vance pada Rabu waktu setempat .

Pertemuan tersebut bertujuan untuk meredakan ketegangan diplomatik setelah adanya laporan mengenai ancaman baru dari pemerintahan Amerika Serikat di bawah Donald Trump yang berniat mencaplok Greenland. Nielsen menyebut situasinya saat ini sangat serius. Ia menyebut ancaman saat ini dari pemerintahan Trump untuk mencaplok pulau tersebut sama sekali tidak pantas.

Meski isu kemerdekaan dari Denmark telah lama dibahas di negara berpenduduk 57.000 jiwa tersebut, jajak pendapat terbaru menunjukkan hasil yang kontras. Mayoritas warga Greenland justru menentang keras ide untuk bergabung dengan Amerika Serikat.
 

Baca juga: Prancis-Jerman Kirim Pasukan ke Greenland di Tengah Ancaman Trump

Kekhawatiran ini juga tercermin dalam hasil pemilu Maret tahun lalu, di mana tiga dari empat pemilih memberikan suara mereka kepada partai-partai yang mendukung langkah perlahan dan hati-hati menuju kemerdekaan, bukan bergabung dengan kekuatan asing lain.

Saat ditanya pada konferensi pers apakah pembicaraan terkait kemerdekaan dari pihak Greenland sudah tidak lagi diperlukan? Nielson menjawab, "Saat ini adalah waktu untuk bersatu. Greenland ada di dalam kerajaan Denmark dan sepenuhnya bersatu dalam melindungi prinsip-prinsip fundamental.

"Namun satu hal yang harus dipahami semua orang: Greenland tidak akan dimiliki oleh AS, Greenland tidak akan dikendalikan oleh AS, Greenland tidak akan menjadi bagian dari AS. Kita memilih Greenland yang kita kenal saat ini, yang merupakan bagian dari Kerajaan Denmark," ujar Nielsen.

Keputusan ini menegaskan posisi strategis Greenland di kawasan Arktik yang tidak ingin menjadi objek transaksi politik antarnegara besar, melainkan tetap memegang teguh identitas nasional mereka di bawah naungan Kerajaan Denmark.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)