Hamparan sampah rumah tangga di sepanjang Tanggul Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, mulai mengancam kesehatan warga sekitar. Sampah yang didominasi limbah bekas makanan dan bahan plastik tersebut terlihat memenuhi permukaan air di antara tanggul dan pemukiman.
Menurut pengakuan warga setempat, sampah tersebut sudah menumpuk selama lima bulan. Kondisi ini membuat lingkungan sekitar menjadi kumuh. Diperparah dengan semakin banyaknya nyamuk dan lalat.
Warga menegaskan bahwa tumpukan limbah tersebut bukan berasal dari pembuangan warga setempat, melainkan kiriman yang terbawa arus.
Ketidakpastian penanganan selama berbulan-bulan membuat warga mendesak pemerintah dan unsur terkait untuk segera melakukan pengangkutan. Mereka berharap ada tindakan nyata agar tumpukan
sampah tidak semakin meluas dan menutup akses perairan.
"Ini bukan sampah warga sini, kami berharap pemerintah segera mengatasi agar tidak terus penuh dari ujung ke ujung," ujar salah satu warga Muara Baru Siti Hafidah, dikutip dari
Metro Siang Metro TV, Kamis, 15 Januari 2026.
Hingga saat ini, tumpukan sampah tersebut masih dibiarkan terbengkalai tanpa ada tanda-tanda pembersihan dari instansi terkait. Warga khawatir jika terus dibiarkan, dampak kesehatan bagi anak-anak dan lansia di pemukiman tersebut akan semakin memburuk.
(Aulia Rahmani Hanifa)