Iran Luncurkan Gelombang ke-40 Serangan Balasan ke Israel-AS

12 March 2026 22:01

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kembali mengeskalasi serangan militernya melalui peluncuran gelombang ke-40 dalam rangkaian Operasi "True Promise 4" atau Janji Sejati 4. Operasi skala besar ini diluncurkan secara resmi dengan sandi "Ya Amir Al Mukminin", yang menargetkan berbagai objek vital militer milik Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Dalam gelombang terbaru ini, Iran mengerahkan jajaran rudal balistik strategis paling mutakhir, termasuk rudal Ghadr, Emad, dan Kheibar Shekan. Tidak hanya itu, Iran juga dilaporkan meluncurkan rudal hipersonik Fattah yang dirancang untuk menembus sistem pertahanan udara tercanggih. Serangan rudal ini menyasar titik-titik krusial di Tel Aviv, Yerusalem, serta pelabuhan strategis Haifa.

Selain wilayah pendudukan, Iran bersama poros perlawanan Islam turut memperluas jangkauan serangan ke pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat, termasuk pangkalan Al-Azraq di Yordania dan pangkalan Al-Kharj di Arab Saudi. Langkah ini merupakan kelanjutan dari gelombang ke-39 yang dilaksanakan sebagai penghormatan atas gugurnya Letnan Jenderal Amir Mousavi, Komandan Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran.

Sektor intelijen Israel juga menjadi sasaran utama dalam operasi kali ini. Unit drone peledak Iran diklaim berhasil menghantam markas organisasi intelijen militer Israel, Aman, serta pusat spionase siber terkemuka, Unit 8200. Laporan militer Iran juga menyebutkan keberhasilan drone mereka dalam menargetkan instalasi radar penting serta bangunan markas pusat kapal selam di pangkalan laut Haifa.

Penggunaan rudal hipersonik Fattah dalam gelombang ke-40 ini menandai babak baru dalam kemampuan ofensif Teheran yang kian sulit dibendung oleh sistem pertahanan konvensional. Situasi di kawasan kini berada pada tingkat kewaspadaan tertinggi, seiring dengan ancaman serangan balasan yang mungkin akan semakin memperluas cakupan konflik di Timur Tengah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)