Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara meninjau sejumlah sekolah terdampak bencana gempa bumi, di kawasan transmigrasi, Nusa Tenggara Timur (NTT). Total ada empat kabupaten yang dikunjungi.
Empat kabupaten yang dikunjungi terdiri dari Kabupaten Ende (Maukaro), Nagekeo (Mbay), Ngada (Bajawa), dan Manggarai Barat (Komodo dan Sano Nggoang). Untuk mendukung perbaikan gedung sekolah yang rusak, Mentrans menyiapkan alokasi anggaran sekitar Rp200 juta.
Iftitah menjelaskan, realokasi anggaran masih dalam proses dan akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, agar masyarakat terdampak segera mendapatkan solusi. Termasuk agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan.
"Kami terus melakukan koordinasi juga dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk perbaikan-perbaikan apa yang bisa kita berikan. Kami juga melakukan sejumlah revisi APBN agar dana tersebut bisa dialokasikan untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang terdampak bencana di NTT," kata Iftitah, dalam program
Metro Siang Metro TV, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Menurutu catatan Iftitah, terdapat sekitar 1.043 kepala keluarga (KK) transmigran terdampak bencana, dengan 1.536 unit rumah mengalami kerusakan. Untuk membantu masyarakat dalam masa tanggap darurat, Kementerian Transmigrasi menyerahkan bantuan sembako, di antaranya beras, gula, kopi, minyak goreng, makanan instan, teh, dan air mineral.
Dalam operasi pascabencana ini, pemerintah kini terus memetakan kebutuhan rehabilitasi rumah dan fasilitas publik di kawasan transmigrasi yang terdampak. Mentrans menegaskan, penanganan bencana memerlukan kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah, agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan menjangkau kebutuhan masyarakat yang belum tertangani