Fenomena Tanah Bergerak Marak Terjadi, Ini Penyebabnya-Kabar Daerah

Deny Irwanto • 10 February 2026 10:12

Jakarta: Fenomena tanah bergerak belakangan ini marak terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Mulai dari Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Bandung Barat, Bogor, hingga Bukittinggi, beberapa daerah dilaporkan mengalami pergeseran tanah yang berdampak pada kerusakan bangunan dan memaksa ribuan warga mengungsi.

Tanah bergerak merupakan peristiwa pergeseran lapisan tanah yang terjadi secara perlahan namun terus-menerus, dan berbeda dengan gempa bumi yang berlangsung secara tiba-tiba. Meski pergerakannya tidak selalu disertai getaran, dampaknya dapat sangat merusak permukiman warga.
 



Salah satu penyebab utama tanah bergerak adalah curah hujan tinggi yang berlangsung dalam waktu lama. Hujan deras yang turun secara terus-menerus membuat tanah menjadi jenuh air, sehingga kehilangan daya cengkeram dan kestabilannya. Kondisi tersebut memicu pergeseran tanah, terutama di wilayah dengan kontur lereng.

Selain faktor cuaca, kondisi geografis dan aktivitas manusia turut memperbesar risiko terjadinya tanah bergerak. Lereng curam, jenis tanah yang labil, serta praktik penebangan hutan, pembangunan tanpa kajian geologi, dan sistem drainase yang buruk dapat mempercepat terjadinya pergeseran tanah. Oleh karena itu, kawasan perbukitan dan daerah lereng menjadi wilayah yang paling rawan terdampak.

Masyarakat diimbau untuk mewaspadai tanda-tanda awal tanah bergerak, seperti munculnya retakan pada tanah atau dinding rumah, bangunan yang mulai miring, serta pintu dan jendela yang tiba-tiba sulit dibuka atau ditutup. Tanda-tanda tersebut merupakan peringatan dini yang tidak boleh diabaikan.

Maraknya kejadian tanah bergerak ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai keseimbangan antara faktor alam dan aktivitas manusia dalam memicu bencana. Upaya mitigasi, perencanaan tata ruang yang tepat, serta kesadaran masyarakat menjadi kunci penting dalam mengurangi risiko dan dampak bencana tanah bergerak di masa mendatang.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)