Lesbumi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima aspirasi dan keluhan dari para petani tembakau, cengkeh, serta buruh di sektor pertembakauan. Para petani tembakau dan cengkeh menyampaikan kekhawatiran atas rancangan kebijakan pemerintah di sektor pertembakauan.
Menurut mereka, kebijakan tersebut dapat berdampak pada keberlangsungan usaha serta kehidupan sosial ekonomi para petani. Salah satu aspirasi yang disampaikan berkaitan dengan rancangan Permenko PMK mengenai batas kandungan nikotin dan tar pada produk industri tembakau serta sejumlah rancangan aturan lain yang berkaitan dengan produk tembakau.
Ketua Lesbumi PBNU K.H Jadul Maula menilai, berbagai rancangan kebijakan tersebut perlu dikaji secara menyeluruh agar tidak menimbulkan dampak bagi jutaan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertembakauan.
“Terkait pertama, pembatasan kandungan nikotin dan tar pada rokok itu di tingkat yang mustahil dipenuhi oleh tembakau lokal gitu ya. Dan lalu ada aturan tentang bahan campuran-campuran, bahan perasa, bunga, dan seterusnya, dan kemasannya yang, yang polos. Jelas dampaknya kepada petani tembakau dan semua mata rantai kehidupan dari yang terkait.” ucap Ketua Lesbumi PBNU K.H Jadul Maula, dikutip dari tayangan
Headline News Metro TV, Rabu, 1 Juli 2026.
Presiden diminta agar memberi arahan kepada kementerian dan lembaga terkait, agar meninjau kembali rancangan peraturan menteri tersebut sejalan dengan semangat Asta Cita, khususnya komitmen pemerintah dalam memperkuat perekonomian nasional dan melindungi
industri dalam negeri.