Calon Jemaah Haji Diminta Tak Sungkan Minta Pertolongan ke Petugas PPIH

22 April 2026 14:44

Kepala Daerah Kerja Madinah, Khalilurrahman, menyatakan kesiapan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memberikan pelayanan profesional dan humanis kepada seluruh calon jemaahhaji . Ia juga mengingatkan agar jemaah tidak ragu meminta bantuan kepada petugas resmi yang dapat dikenali melalui atribut dan seragam khusus.

"Seluruh calon jemaah haji Indonesia, baik yang tiba di Kota Madinah atau pun Makkah, tidak usah merasa sungkan untuk meminta bantuan kepada PPIH," ujar Khalilurrahman, dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu 22 April 2026. 

Khalilurrahman menegaskan seluruh layanan diberikan tanpa biaya tambahan. Jemaah diimbau waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan petugas namun tidak menggunakan atribut resmi.

"Mintalah bantuan kepada petugas resmi yang menggunakan seragam resmi, ada namanya, ada logo Kementerian Haji dan Umrah, juga ada tulisan Petugas Haji Indonesia," katanya. 

 


Di sektor kesehatan, kesiapan layanan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah disebut telah mencapai 99 persen. Fasilitas kesehatan dilengkapi ambulans siaga 24 jam, serta layanan penunjang seperti laboratorium, rontgen, dan USG. Sistem rujukan berjenjang juga disiapkan, mulai dari dokter kloter hingga rujukan ke rumah sakit di Arab Saudi sesuai tingkat kegawatdaruratan.

Kepala Seksi Kesehatan Daker Madinah, Eny Nuryanti, menjelaskan bahwa penanganan jemaah dilakukan berdasarkan sistem triase atau proses penilaian dan pemilahan pasien berdasarkan kegawatdaruratan. Jemaah dengan kondisi ringan ditangani di sektor, sementara kondisi sedang hingga berat dapat dirujuk ke KKHI atau rumah sakit setempat.

"Apabila jemaah ada gangguan kesehatan dan memerlukan rujukan, maka KKHI eh dokter kloter ini akan konsul ke sektor atau ke KKHI sesuai kondisinya. Apakah ini dirujuk ke sektor, apakah ini dirujuk ke KKHI, atau bisa langsung ke Rumah Sakit Arab Saudi tergantung triasenya. Apakah misalnya kriteria hijau mungkin dirujuk ke sektor, kriteria kuning dirujuk ke KKHI, kriteria merah bisa langsung rujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi," ujar Eny. 

Sementara itu, aspek kesehatan jemaah juga menjadi perhatian utama sejak di Tanah Air. Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Haji dan Umrah Liliek Marhaendro Susilo menegaskan bahwa skrining kesehatan telah dilakukan sebagai syarat pelunasan biaya haji. Hanya jemaah yang dinyatakan sehat yang diperbolehkan berangkat.

Liliek juga mengimbau jemaah untuk menjaga kondisi tubuh, terutama saat perjalanan panjang menuju Arab Saudi. Ia menyarankan jemaah untuk cukup istirahat, menjaga asupan makanan, serta rutin mengonsumsi obat bagi yang memiliki penyakit penyerta.

 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)